Duh, Puluhan Warga Pacitan Kembali Positif Leptospirosis. Tiga Diantaranya Melayang Ke Akhirat
Pacitan – Leptospirosis kembali serang puluhan warga di Kabupaten Pacitan. Disepanjang Januari lalu, Dinas Kesehatan setempat mencatat sedikitnya sebanyak 47 warga dinyatakan positif terjangkiti penyakit yang disebarkan oleh tikus tersebut.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Nurfarida mengatakan, leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira.
Dimana bakteri ini menyebar melalui urine hewan perantara yang salah satunya adalah tikus. “Leptospirosis banyak muncul di wilayah tropis yang mengalami curah hujan yang tinggi.
Faktor resiko kelompok terpapar leptospirosis adalah petani atau pekerja yang banyak kontak dengan hewan dan lingkungan yang sudah tercemar bakteri leptospira,” kata Nurfarida dalam siaran persnya, Sabtu (25-02-2023).
Detik ini, lanjut pejabat yang juga berprofesi sebagai dokter gigi jebolan Universitas Airlangga Surabaya ini, bahwa di Pacitan tak aman dari serangan leptospirosis.
Dimana pada Tahun 2022, jumlah penderita leptospirosis sebanyak 496 orang, terbanyak ada di wilayah Puskesmas Bubakan, Kecamatan Tulakan, dengan jumlah 130 penderita.
“Sedangkan Tahun 2023 sampai akhir Januari lalu tercatat sejumlah 47 pasien dengan kasus terbanyak di wilayah Puskesmas Bubakan,” jelasnya.
Masih dikesempatan yang sama, Nurfarida juga mengungkapkan, beberapa pasien dinyatakan positif leptospirosis yang meninggal yaitu sebanyak tiga pasien, ada di wilayah Kecamatan Nawangan. “Dan semua usia lanjut diatas 55 tahun,” sebut Nurfarida.
Berdasarkan kronologis kejadian, pasien datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi terlambat, yaitu sakit sudah lebih dari seminggu.
Dinas Kesehatan, kata Nurfarida, bersama lintas sektor dalam hal ini di fasilitasi sepenuhnya oleh Camat Nawangan berupaya untuk sosialisasi kepada warga agar meningkatkan pola hidup bersih dan mencegah secara dini kesakitan. Yaitu segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan apabila ada gejala kesakitan.
“Kami juga dibantu Dinas Pertanian berupaya mengendalikan populasi tikus yang cukup tinggi. Selain itu bersama BBTKL Surabaya memastikan tipe bakteri leptospira yang ada di wilayah Nawangan.
Diimbau kepada seluruh masyarakat Pacitan lebih waspada untuk upaya pencegahan dan pengendalian penyakit leptospirosis, jangan sampai ada korban selanjutnya,” tandasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan