Liputan BERITA

Beberapa Penyakit Potensial Yang Perlu Diwaspadai Saat Libur Lebaran. Ini Penjelasan PLT Kadinkes Pacitan dr Daru Mustikoaji

Ditulis oleh Liputan68 pada 12 April 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan – Penyakit potensial dimungkinkan akan muncul saat libur lebaran nanti. Penyakit dimaksud seperti halnya diare, hepatitis dan infeksi bakteri lainnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Daru Mustikoaji mengatakan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), perlu ditekankan pada masyarakat.

“PHBS merupakan salah satu benteng guna menangkal serangan berbagai macam penyakit tersebut,” kata Daru yang juga berprofesi sebagai dokter umum ini, Rabu (12-04-2023).

Pada kesempatan yang sama, putra kandung dari salah seorang tokoh pendidikan di Pacitan, Untung Sujadi ini mengungkapkan, bahwa sampai dengan 27 Maret lalu di Pacitan masih ditemui sebanyak empat suspek penderita covid-19. Namun setelah dilakukan PCR hasilnya negatif.

“Dengan adanya peningkatan kasus penyakit potensial wabah leptospirosis di Kabupaten Pacitan sejak awal Januari 2023 diperlukan rangkaian upaya penanganan secara masif,” ujarnya.

Salah satu upaya pemantauan adalah kecepatan pelaporan dan penanganan. Sejak pelaporan early warning sistem menunjukkan terjadi peningkatan kasus di awal Januari. Sehingga sistem pelaporan yang semula mingguan dirubah dalam konsep harian.

Pelaporan harian tersebut, lanjut Daru, di tujukan agar kecepatan penanganan bisa segera dilakukan. “Pelaporan secara harian dilakukan sampai menunjukkan bahwa angka kejadian kasus sudah mengalami penurunan atau minimal stabil dalam kurun waktu 2 kali masa inkubasi penyakit, yaitu untuk leptospirosis 1 kali masa inkubasi adalah 7 hari.

Pelaporan harian leptospirosis di tutup pada 19 Maret 2023 dan kembali pada
sistem pelaporan mingguan,” jelasnya.

Masih dikesempatan yang sama, dokter yang juga dipercaya sebagai orang kedua di Dinas Kesehatan Pacitan ini menyinggung masalah demam berdarah, yang juga tak bisa disepelekan.

Itu mengingat masih ditemukannya kasus kematian akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Menurut Daru, kasus tertinggi sampai awal April ada di wilayah Puskesmas Tanjungsari dan Kebonagung. Di Puskesmas Tanjungsari sudah ada 2 kasus yang dilakukan fogging sehingga perlu kewaspadaan lebih ketat.

“Pemantauan kasus demam berdarah Januari-Maret 2023 tidak mengalami kenaikkan. Adapun kewaspadaan diperlukan dari unsur penanganan kasus sedini mungkin agar tidak terjadi kasus resiko tinggi/kematian,” tandasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian