Dinilai Apatis, DISKOMINFO Pacitan Angkat Bicara
Pacitan – Maraknya pemberitaan terkait kurang perhatiannya Dinas Komunikasi Dan Informasi Pacitan (diskominfo), kepada awak media (wartawan) menyebabkan munculnya opini yang kurang baik.
Pemberitaan tersebut terkait dengan rangkaian peliputan detik detik proklamasi dan peresmian museum kepresidenan.
Menyoal pemberitaan yang memberikan label DISKOMINFO terkesan tidak mau tahu dan kurang bersinergi dengan wartawan, kepala DISKOMINFO melalui bidang informasi dan komunikasi mencoba meluruskannya agar diperoleh informasi yang benar.
Bagus Nurcahyadi, kabid informasi dan komunikasi DISKOMINFO Pacitan, menjelaskan, yang terjadi tidak seperti yang diberitakan.
” apa kemaren tidak melihat prosesnya?, jauh hari rekan-rekan wartawan pacitan ingin untuk mendapatkan akses informasi valid terkait rencana peresmian museum, dan kami melakukan komunikasi dengan panitia peresmian.” Kata Bagus, Minggu (20/08/2023).
Keinginan wartawan pacitan ini, memang bukan keinginan pribadi, tapi karena dorongan pertanyaan masyarakat yang sudah sangat penasaran dengan seluk beluk museum.
” Kami pemerintah daerah dalam hal ini diskominfo pacitan tidak berani mengeluarkan statemen, karena bersifat teknis dan penting untuk dipertanggungjawabkan secara publik. Ada tim atau panitia sendiri dari pihak museum.” Jelasnya
Hasil dari permintaan wartawan yang di fasilitasi DISKOMINFO dan dikomunikasikan kepada panitia peresmian museum, Akhirnya panitia peresmian berkenan hadir dalam press release, dimana hampir seluruh wartawan pacitan diundang oleh bupati melalui dinas kominfo yang bertempat di pendopo kabupaten pacitan.
” Pertemuan dalam press release pun berjalan lancar, dan bahkan dihadiri langsung oleh direktur eksekutif museum bapak Ossy Darmawan. ” imbuh bagus kepada pewarta
Pasca pers release, komunikasi kembali terjadi dengan baik, bahkan sebelum hari peresmian, diadakan pertemuan ulang untuk pengarahan secara teknis oleh Erzaky Mahendra Putra, kordinator bidang media kepada wartawan sembari menyerahkan kartu akses masuk berupa ID card.
Saat penyerahan ID card peresmian museum, ada wartawan menanyakan perihal rencana bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang hadir dalam upacara detik-detik proklamasi, dan hal itu dijawab oleh tim media museum yang juga sebagai juru bicara kepresidenan.
“Rencananya seperti itu, semoga tidak ada perubahan, dan tolong untuk media yg akan meliput upacara detik-detik karena dihadiri oleh Presiden ke-6 RI maka protokol kepresidenan berlaku saat itu” Ujar Herzaki selaku juru bicara bapak SBY
Pada saat pengarahan dan penyerahan ID card wartawan untuk peresmian museum.
Herzaky juga memberikan mandat kepada DISKOMINFO Pacitan mendapatkan untuk melakukan pendataan awak media yg akan melakukan liputan pada upacara detik-detik karena dibutuhkan oleh pihak pengamanan presiden.
” setelah diberi mandat, kami juga berinisiatif untuk mengalokasikan tempat transit wartawan dan tempat peliputan agar temen² media nyaman, tidak hanya yang dari pacitan tapi juga dari luar kota dan nasional ” Ungkap Bagus.
Melihat kronologi diatas, DISKOMINFO Pacitan sangat menyayangkan tentang berita miring telah beredar.
” ya saya kecewa, setelah banyak yg kami upayakan buat rekan-rekan wartawan khususnya wartawan pacitan, kami disudutkan oleh berita berisi opini yang tidak berdasar” Tegasnya.
Bagus juga menambahkan, jika teman teman wartawan kurang puas dengan fasilitasi dari DISKOMINFO, pihaknya siap untuk mengklarifikasi.
” kami siap untuk diajak klarifikasi. Sementara pemberitaan salah satu media online tersebut juga belum ada konfirmasi ke kami .oknum wartawan yang menulis berita tersebut juga tidak hadir pada pers release pertama di pendopo ” pungkas Bagus .(Red/Yul)

Tinggalkan Balasan