Liputan BERITA

Rocky Gerungnya Pacitan: Debat Capres Perdana Mengecewakan Masyarakat. Bukannya Bicara Program Indonesia Kedepan, Namun Saling Serang Persoalan Pribadi

Ditulis oleh Liputan68 pada 13 Desember 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Kritikus Pacitan, Sutikno angkat bicara seputar gelaran debat capres perdana yang dinilainya membosankan.

Aktivis pergerakan yang dijuluki sebagai Rocky Gerungnya Pacitan itu mengatakan, ketiga capres bukannya menampilkan program Indonesia kedepan, namun banyak berkutat masa lalu dan saling ungkit.

“Debat Capres tadi malam, banyak kecewakan masyarakat. Karena 3 capres performa debatnya masih berkutat masa lalu dan tidak menampilkan program Indonesia masa depan,” ujar Gus Tik, begitu ia akrab disapa, Rabu (13/12).

Wartawan senior sebuah media daring terkemuka di Pacitan itu mengatakan, debat yang mestinya menjadi literasi atau wawasan pemilih di seantero nusantara tersebut, justru terkesan membosankan dan mengecewakan.

“Tampilan ketiga- tiganya mengecewakan. Saya tidak melihat , capres menyampaikan potret peningkatkan kesejahteraan rakyat secara utuh,” bebernya.

“Rakyat Indonesia juga tidak melihat ketiga capres menyampaikan postur ( idial ) anggaran yang digunakan untuk pembangunan,” sambung Gus Tik.

Gus Tik juga mengkritisi kalau ketiga capres juga tidak menyampaikan target pencapaian pertumbuhan ekonomi Tahun 2025-2029.. “Rakyat kecewa , materi debatnya seolah debat kusir seperti di group- group WhatsApp, menyerang antar pribadi,” jlentrehnya.

Prabowo, terang Gus Tik, sempat mengungkit jasanya menjadikan Anies sebagai Gubernur DKI di Pilgub 2017 lalu.

Pun, Ganjar Pranowo dan Anis mengungkit lagi barang basi soal pelanggaran HAM ke Prabowo. Demikian juga Prabowo balas menyerang Ganjar lewat Wapresnya Mahfud MD, yang juga menjabat sebagai Menkopolhukam lantaran tidak tuntas menyelesaikan persoalan hukum termasuk HAM.

“Materi debat pertama, tiga capres yang membuat sebagian penonton geli dan kecewa.. Tidak ada kejutan. Kabeh koyo cah cilik” timpal Andry yang nobar di suatu kafe di Pacitan. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian