Meski Belum Bisa Genjot Perolehan Kursi Maksimal, ASB dan Rakhman Wijayanto Layak Sandang Predikat “Pahlawan Demokrat”. Ketua Bappilu: Ini Pembelajaran Untuk Evaluasi Kedepannya
Pacitan,Liputan 68.com- Sekalipun belum bisa mendongkrak perolehan kursi secara maksimal, namun perjuangan Rakhman Wijayanto dan Arif Setia Budi, layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari Partai Demokrat.
Mereka bedua layak menyandang predikat sebagai “Pahlawan Demokrat” di Pileg 2024 ini. Rakhman yang berangkat dari Daerah Pemilihan 1, meliputi Kecamatan Pacitan-Pringkuku dengan perolehan suara 10.960 dan Arif Setia Budi dari Dapil 6 meliputi Kecamatan Kebonagung-Tulakan dengan 9.812 suara by name.
Meski dengan capaian suara spektakuler, khususnya di Dapil 1, Demokrat masih stagnasi dengan 3 kursi DPRD. Sementara di Dapil 6, Demokrat masih bisa mendongkrak perolehan kursi dari 4 kursi menjadi 5 kursi. Dimana dua diantaranya merupakan caleg pendatang baru. Yaitu Winardi, mantan Kades Ketro, Kecamatan Kebonagung dan dr Warkim. Sedangkan tiga calon petahana seperti Arif Setia Budi, Rudi Handoko dan Ronny Wahyono.
Sementara di Dapil 1, caleg yang berpotensi duduk sebagai anggota dewan yaitu Rakhman Wijayanto dan dua petahana lainnya. Seperti Joko Susilo Hadi dan Hanung Dwi Ristanto. Sedang Gimat, dimungkinkan harus berkemas untuk meninggalkan gedung DPRD pada masa jabatan 2024-2029.
Ketua Bappilu DPC Demokrat Pacitan, Kristanto Waluyo mengatakan, untuk Dapil 1 Demokrat harus rela melepas sisa suara sebanyak kurang lebih 3 ribuan dan tersisih dengan perolehan caleg dari Gerindra dengan 4 ribuan lebih suara.
“Kita terpaksa kalah dengan pembagi angka 7. Sisa suara kita sekitar 3 ribuan, sementara caleg Gerindra masih menyisakan 4 ribuan lebih karena masih di pembagi angka 1,” kata Kristanto, menyampaikan update kekinian hasil hitung cepat versi internalnya, Ahad (18/2).

Sementara di Dapil 6, Demokrat sambung Kristanto, harus ketinggal sisa suara di pembagi angka 11. “Eman-eman sekali, sisa suara kita masih sekitar 3 ribuan lebih di pembagi angka 11. Akan tetapi tersalip dengan caleg PDI-P dengan suara 4 ribuan lebih, di pembagi angka 1,” tutur dia.
Berangkat dari suguhan data statistik sementara perolehan suara di Pileg 2024 tersebut, kedepan akan menjadi pembelajaran dan evaluasi di internal Partai Demokrat. “Kerjasama dan soliditas antar caleg satu warna dan se Dapil memang harus lebih di kedepankan. Kita nggak bisa ego sentris, harus saling mengisi agar perolehan kursi bisa maksimal,” tandasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan