Liputan DAERAH

Penggerak Komunitas Belajar Sangat Antusias Ikut Kegiatan Penghargaan dari BGP NTT

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Agustus 2024 ⏱️ 2 Menit Baca
Ketua Panita, Agriani Stevany Kadiwanu, Sos (kiri) didampingi Ketua Tim Kemitraan Humas dan Publikasi BGP Provinsi NTT, Marnia Yasin, S.Kom (kanan) saat memberikan keterangan Pers

NTT, Liputan68.com- Para Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas di Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat antusias mengikuti kegiatan penghargaan penggerak Komunitas Belajar Dedikatif dan Refleksi Komunitas Belajar Provinsi NTT Tahun 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi NTT pada tanggal 15-18 Agustus 2024 yang bertempat di Hotel Neo Eltari Kupang.

Ketua Panita Pelaksana Kegiatan, Agriani Stevany Kadiwanu, Sos mengatakan pada saat pendaftaran awal total peserta yang mendaftar sebanyak 205 orang.

“Dari jumlah tersebut, 25 peserta berhasil melaju ke tahap selanjutnya yakni tahap presentasi dan wawancara, yang sekaligus juga menjadi peserta dalam kegiatan Refleksi Komunitas Belajar,” jelas Vany saat ditemui media ini Jumat, 15 Agustus 2024 siang.

Lanjut Stevany Kadiwanu, kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79.

“Tentu karena ini masih berkaitan dengan pendidikan, jadi sekarang yang sedang digaungkan itu adalah koumunitas belajar terutama dalam implementasi kurikulum merdeka, jadi kumunitas belajar ini, kita sebenarnya fokuskan untuk bisa didalam sekolah.

Komunitas belajar inikan ada komunitas belajar dalam sekolah dan antara sekolah, ada juga komunitas belajar daring, yang mau lebih kita gaungkan itu adalah komunitas belajar dalam sekolah sehingga guru-guru dan ekosistem dalam sekolah itu, kepala sekolah, pengawas bisa punya komunitas untuk mereka berbicara apapun yang terkait dengan murid untuk pengembangan kualitas belajar murid, dan untuk peningkatan kompetensi dari guru yang ada di Sekolah masing-masing,” ucapnya.

Lanjut Stevany, jadi proses dalam seleksi ini, setelah penjurian dan seleksi administrasi dan substansi, ada beberapa berkas yang harus dilengkapi, yang pertama tentunya rekomendasi dari Dinas Pendidikan, kemudian ada profil komunitas belajarnya serta persyaratan pendukung lainnya.

Selain itu Ketua Tim Kemitraan Humas dan Publikasi BGP Provinsi NTT, Marnia Yasin, S.Kom mengatakan bahwa ajang ini sebagai bentuk pembelajaran bersama.

“Yang paling utama dalam ajang ini saling belajar dan memebelajarkan, bertukar inspirasi. Jadi mungkin komunitas ini praktiknya berbeda dengan yang itu mungkin bisa diterapkan , jadi saling bertukar inspirasi,” jelasnya

“Harapannya kegiatan ini bisa berampak positif, bukan hanya kepada peserta tetapi juga kepada murid. Jadi semua apapun yang dilakukan oleh guru-guru ini tujuannya untuk pembelajaran di kelas, jadi praktik praktik terbaik itu bukan hanya untuk dipubliksikan tetapi untuk diterapkan di kelas masing-masing,” pungkas Nia. *** (Mario Langun)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian