WAKTU ADALAH PENGULANGAN SERING TERJADI PENGURANGAN KUALITAS HIDUP BUKAN PENINGKATAN. BEGITUKAH?
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم اللة الر حمن الر حيم
Marhaban ya Ramadan
(1)
membasuh nisan
bunga-bunga pusara
ayah dan bunda
(2)
merindu kampung
orang-orang ke sungai
mandi marpangir *)
(3)
dedaun pandan
bunga pinang dan jeruk
menyuci badan
(4)
sambut ramadan
suci hati dan badan
saling memaaf
(5)
bulan puasa
ramaikan malam-malam
sholat tarawih
(6)
merdu tadarus
pintu silaturahim
jalannya Tuhan
(7)
bulan maghfirah
turun kitab al quran
pintu hidayah
*) mandi marpangir:
mandi memakai rempah di alam terbuka
seperti sungai atau danau dalam rangka
menyambut bulan puasa yang bertujuan
untuk menyuci diri dalam tradisi mandailing
dan angkola
oppungleladjingga
12 mei 2018
(2)
Rindu Puisimu
tuliskanlah buatku
sebait kuatrin
yang wangi bak kesturi
yang merdu seperti tadarus
mengisi hening
dengan sejumput hasrat
bersemuka di malam kedelapan
melepas rakaat witir
akan kuakad pada tifa
dan denting harfa sebagai melodi suara
akan kulantun dalam bahana pantun setelah kata tersusun
rindu puisimu
tuliskanlah buatku
sebait kuatrin
tempat kita berbincang dengan diksi
tempat kita bertandang
bertukar hati
akan kueja setiap kata
seperti yang kauminta
walau tanda jeda berulang ada
walau luka pernah terasa
rindu puisimu
tuliskanlah buatku
sebait kuatrin
untuk memadamkan nyala api
yang membakar rumah jiwa negeri
7 Ramadan 1435 H
Oppungleladjingga
(3)
Malam Seribu Impian
melarut dalam asma_Mu
mendaki aras
nun tinggi di atas
membawa tubuh durhaka
dengan selendang durjana
hilang…
hangus…
tak berbekas
(lailatul kadar)
lalu apalah daya mengayuh?
biduk laju hendak ke samudera_Mu
mengarungi gelombang impian
menjemput malam
malam-malam seribu bulan
padahal waktu terus berlalu kian
tangantangan masih bersekutu dengan kutukan
(lailatul kadar)
hening malam kurentang dalam pangkuan
menenun jalan ke rumah_Mu
yang selalu terlupakan
padahal waktu sudah jauh di depan
tinggalkan aku
dalam malam seribu impian
(lailatul kadar)
oppungleladjingga
17 ramadan 1434 H
(4)
Di Ujung Ramadan
bulan serasa hendak pamit
sesaat lagi, ya sesaat lagi
puasa masih tersisa dua hari
suara tadarus memupus
orang-orang ramai
pergi ke mall-mall membeli baju baru
membincangkan tiket pesawat
yang mahal-mahal
jalan-jalan macet
lagu ruhani terdengar merdu
mengiring para pembeli
seperti esok lebaran sudah datang
langit di luar sana
terus menangis, menangis
sebab bulan akan pergi
setahun ke depan ia akan kembali
orang-orang mulai melupakannya
melupakan kenangan sahur
melupakan kenangan tarawih
melupakan kenangan tadarus
padahal puasa masih ada dua hari lagi
padahal bulan masih tegak berdiri
di depan kelas madrasah ramadan
sebelum waktunya ia mewisuda hati
oppungleladjingga
28 ramadan 1440 h
2 juni 2019 m

Tinggalkan Balasan