NILAI JAWA MEMPERKOKOH JATIDIRI BANGSA

Oleh:

Purwadi
Ketua LOKANTARA,
Lembaga Olah Kajian Nusantara.
Hp 087864404347

Nilai lokal Jawa digunakan untuk memperkokoh jatidiri bangsa. Pada hari Selasa, 28 Nopember 2023 diadakan kajian kearifan lokal. Bertempat di Karangmalang Yogyakarta.

Kajian ilmiah dengan analis data yang terarah. Misalnya analisis terhadap pagelaran wayang. Lakon wahyu Cakraningrat digelar di sasana suwema Kraton Surakarta. Tepat pada hari yang cerah. Pasugatan seni edi peni, budaya adi luhung. Kegiatan ini diikuti oleh segenap praktisi budaya.

Pitutur biar hidup teratur. Wewarah biar hidup terarah. Bagi orang Jawa lakon wahyu Cakraningrat berguna untuk memberi legitimasi kekuasaan. Wahyu lambang anugerah yang bersifat sosio magis. Gagasan tentang politik kekuasaan berhubungan erat dengan faktor adi kodrati. Pitutur luhur bagi masyarakat.

Perlu kajian tentang kearifan lokal. Cakraningrat bermakna roda yang memutar dunia. Kekuasaan dengan efektif dalam mempengaruhi corak kehidupan. Abang ijo negara gumantung panguasa. Cakra adalah roda berputar. Ningrat adalah jagat raya. Dunia raya merasa bahagia.

Desa mawa cara, negara mawa tata. Dalang mulai pagelaran dengan gending ayak talu. Peringatan hari ulang tahun paguyuban Kraton dipusatkan di sasana sumewa. Semua anggota yang berasal dari pelosok sama hadir. Pisowanan agung berlangsung sejak pagi. Puksur myang suling pandhen daludak. Bendera berkibar kibar.

Liputan JUGA  CATATAN KEBUDAYAAN SUMATERA UTARA “BUDAYA, ADALAH BUMI, TEMPAT SEMUA BERTUMBUH” MARI KITA RAWAT BERSAMA DENGAN TOLERANSI DAN GOTONG ROYONG

Hadir saking sajuru juru. Wadya bala kumpul ing sajuru juru. Para abdi dalem berasal dari Malang, Blitar, Sidoarjo, Surabaya, Nganjuk, Kediri, Trenggalek, Madiun, Ponorogo, Ngawi dan Tuban. Termasuk abdi dalem yang berdomisili di Jawa Timur. Reyog Ponorogo ditampilkan oleh warga Magetan. Pentas juga jaran kepang. Enjing bidhal gumuruh. Pakaryan negari. Sanggar pamelengan. Adegan ngobong dupa berada di sanggar pamelengan. Kukuse dupa kumelun. Minyak jebat kasturi, kembang dan menyan menyelimuti halaman pagelaran. Bopo sesepuh memimpin ritual ndadi. Kendang, kempul, gong, Bonang, ketipung bersamaan dengan suara selompret. Tambur bendhe beri sami arebut papan. Gumreget gumregut gumregah.

Instrumen kerajaan dipilih agar bernuansa megah indah. Gelar wayang dengan gending patalon membuat wibawa seni pakeliran. Reyog dengan kendang batangan ageng. Ongkrek bambu berfungsi sebagai kethuk seselan. Rinengga gendhing dolanan begitu merdu. Dhadhak merah berjumlah sembilan. Arak arakan melampaui Kori kamandungan, lawang gapit, dalan kaliurang, pagelaran, alun alun, gladhag, balai kota. Berputar kembali ke halaman sasana sumewa yang dibangun oleh Sinuwun Paku Buwana III pada tahun 1752. Cocok dengan gending kabor yang menggambarkan suasana yang Agung. Wibawa dan widada.

Liputan JUGA  Sejarah Tari Gandrung Mendatangkan Kemakmuran

Bubaran dengan segala keagungan. Ladrang gleyong menandai bubaran pasewakan agung. Topeng ireng pentas dengan sangat atraktif. Kesenian persembahan dari abdi dalem Boyolali. Ereng ereng gunung Merapi berkembang seni tari Topeng ireng. Iringan mirip jathilan. Busana gumebyar pating kerlip. Lampu blencong seolah olah wayang menjadi hidup. Budaya adi luhung warisan nenek moyang.

Sigrak dan gunyak. Lancaran gambuh laras pelog pathet nem selaras dengan adegan buka celuk.
Baik jaranan maupun reyog selalu menyajikan penari jathil. Pakaian khas jathil yang pas naik kuda kepang. Gerak lemah gemulai menawan hati. Bujang ganong lincah. Menari dengan menyelipkan gerakan mbanyol. Lelucon dengan gerak ciri khas bujang ganong. Kapalan diiringi dengan gending ladrang kalongking. Ternyata hewan pun menambah rasa wibawa.

Trampil rikat trengginas sebagai seorang prajurit. Budhalan cocok diiringi dengan gending tropong bang. Pukul 11 wisuda warga Kraton segera dimulai. Bermula dari kasentanan yang diikuti oleh sentana. Sesebatan meliputi Kanjeng Raden Arya, Kanjeng Raden Riya Arya dan Kanjeng Pangeran. Untuk bupati, wedana, panewu, mantri, lurah dan jajar menempati pagelaran. Tepat berada di sebelah utara sitihinggil. Jejer dengan janturan negeri diringi gending kabor. Alunan gending yang mengagungkan kerajaan.

Liputan JUGA  Monolog Literasi Ramadhan

Tontonan yang berfungsi untuk pencerahan. Tuntunan hidup dalam jagad pakeliran. Civitas akademika turut wisuda. Yaitu akademisi yang berasal dari Universitas Terbuka. KRT Bambang Warto Hadinagoro secara khusus datang dari KPID Jakarta. Moment khusus ini disertai dengan istri dan ketiga anak. Sebagai anggota komisi penyiaran Indonesia daerah Jakarta, KRT Bambang Warto Hadinagoro siap melaksanakan gawa gawe. Bidang penyiaran diharap makin berkembang dan bermutu. Kajian pedalangan memuat aspek logika etika estetika, cipta rasa karsa. Keselarasan antara jiwa dan raga.

Kyai Yasadipura pujangga kenamaan. Tentang Ngelmu kasampurnan dalam lakon Dewaruci. Abdi dalem dari Jepara dipimpin langsung oleh KRA Bambang Hadiningrat. Kian hari kian maju ngrembaka. Kualitas dan kuantitas mencorong pantas. Dari Joglo Hadipuran Sukodono Tahunan Jepara, Pakasa Nguntara Praja mendapat simpati dan empati. Bregada musik pesisiran terdengar megah meriah. Rata rata barisan anak muda. Wahyu Cakraningrat bertaburan di wilayah pesisir. Keserasian antara darat dan laut.

  Banner Iklan Sariksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *