Liputan BERITA

IPH Pacitan Minggu Kedua Juni 2026 Inflasi 0,34 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Bawang dan Cabai

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 15 Juni 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan-Liputan68.com- Kabupaten Pacitan mencatat inflasi sebesar 0,34 persen pada minggu kedua Juni 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis, terutama bawang merah, bawang putih, dan cabai merah, menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Berdasarkan data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS), capaian IPH Kabupaten Pacitan pada minggu kedua Juni menempatkan Pacitan di peringkat ke-206 secara nasional, peringkat ke-11 di Jawa Timur, serta berada pada urutan ke-33 di Pulau Jawa.

BACA JUGABaliho Ambruk, Satpol-PP Pemkab Pacitan Bergeming

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan bahwa pergerakan harga komoditas pangan masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi perkembangan inflasi mingguan di Pacitan.

“Pada minggu kedua Juni 2026, Kabupaten Pacitan mengalami inflasi sebesar 0,34 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah bawang merah, bawang putih, dan cabai merah. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga agar stabilitas pasokan dan keterjangkauan masyarakat tetap terjaga,” ujar Ayub Setyo Budi, Senin (15/6/2026).

BACA JUGATim Gugus Covid 19 Pemda Aru Lakukan Penyemprotan Disinfektan Di Jalan Raya Kota Dobo

Ayub menjelaskan, sepanjang tahun 2026 pergerakan IPH Pacitan menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif. Pada Januari tercatat deflasi sebesar 5,21 persen, kemudian berbalik mengalami inflasi pada Februari sebesar 4,73 persen dan Maret sebesar 1,28 persen. Memasuki April kembali terjadi deflasi sebesar 2,87 persen, sedangkan Mei mengalami inflasi sebesar 1,03 persen.

“Hingga minggu kedua Juni, inflasi berada pada angka 0,34 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok masih bergerak dinamis mengikuti faktor pasokan, distribusi, dan permintaan pasar,” jelasnya.

BACA JUGAFaktu Baru Terungkap dari Kasus Pemukulan Putra Anggota DPR RI di Tol Gatot Subroto

Lebih lanjut, Ayub menyampaikan bahwa komoditas cabai rawit masih menjadi penyumbang utama pergerakan harga selama beberapa bulan terakhir. Sementara pada Juni, tekanan inflasi bergeser ke komoditas bawang merah dan bawang putih yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Berdasarkan hasil pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga secara kumulatif selama Juni 2026. Pada minggu kedua Juni, komoditas yang tercatat mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata harga Mei antara lain beras, telur ayam ras, bawang merah, dan bawang putih.

BACA JUGASinergitas PB PDDI, PD PDDI Bali dan Janar Duta FK Unud Gelar Donor Darah Jorgun 2023

Di sisi lain, beberapa komoditas relatif stabil seperti Minyakita, daging sapi, daging ayam ras, gula pasir, pisang, dan jeruk. Sementara itu, harga minyak goreng, cabai merah, dan cabai rawit justru mengalami penurunan dibandingkan rata-rata harga bulan sebelumnya.

Menurut Ayub, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan sejumlah komoditas pangan masih cukup terjaga meskipun terdapat tekanan harga pada beberapa jenis kebutuhan pokok.

BACA JUGADPR Dukung Pengalihan Kewenangan Pembuatan SIM dari Polri ke Kementerian Perhubungan

“Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan harga secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta mengantisipasi potensi gejolak harga, terutama menjelang periode-periode dengan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi,” katanya.

Dari sisi indikator inflasi, IPH tahunan (year on year/y-on-y) Kabupaten Pacitan pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,15 persen. Sementara IPH tahun kalender (year to date/y-to-d) berada pada angka minus 1,04 persen, dan IPH bulanan (month to month/m-to-m) Mei 2026 sebesar minus 1,03 persen.

BACA JUGAAlokasi Anggaran Gaji dan TPP Melimpah, Realisasi Zonk. Ini Penjelasan Kepala BKD Pacitan Daryono

Ayub menambahkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dengan perangkat daerah teknis, pelaku usaha, dan distributor guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan komoditas pangan.

“Stabilitas harga merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, pengendalian inflasi daerah akan terus menjadi perhatian bersama agar pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.(Red/yun).

BACA JUGABunda Paud Dan Sahabat Penyu Pacitan, Lepas Liarkan Ratusan Anak Penyu

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian