Jomblang Cave Masuk Penilaian Pra-Revalidasi Geopark Gunung Sewu, Pacitan Perkuat Komitmen Pelestarian Warisan Geologi
Pacitan,Liputan68-Gua Jomblang menjadi salah satu geosite yang dikunjungi dalam rangkaian penilaian pra-revalidasi UNESCO Global Geopark Gunung Sewu, Selasa (27/10).
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah persiapan menghadapi revalidasi ketiga Geopark Gunung Sewu yang dijadwalkan berlangsung pada 2027 mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri Prof. Emeritus Dato’ Dr. Ibrahim Komoo dan Prof. Hanang Samodra, bersama perwakilan dari tiga kabupaten yang berada dalam kawasan Geopark Gunung Sewu, yakni Pacitan, Wonogiri, dan Gunungkidul. Hadir pula jajaran sekretaris daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), dinas pariwisata, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pacitan, Hesti Suteki, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses persiapan revalidasi. “Peninjauan geosite dilakukan untuk melihat sekaligus memperkuat pengelolaan warisan geologi yang menjadi kekayaan dan identitas kawasan Geopark Gunung Sewu,” ujar Hesti.
Gua Jomblang sendiri dikenal sebagai salah satu bentang alam karst yang memiliki daya tarik geologi dan keunikan tersendiri. Keberadaan geosite seperti ini tidak hanya menyimpan nilai ilmiah, tetapi juga menyimpan potensi edukasi, konservasi, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Melalui kegiatan pra-revalidasi, pengelolaan geosite diharapkan semakin terarah, dengan tetap menempatkan perlindungan warisan geologi sebagai prioritas. Sinergi antardaerah dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan bahwa kekayaan alam tersebut dapat dijaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Persiapan menuju revalidasi pada 2027, menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian Geopark Gunung Sewu.
“Bukan sekadar mempertahankan pengakuan UNESCO, upaya ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab jangka panjang untuk merawat warisan bumi agar tetap lestari dan bernilai bagi generasi mendatang,” tukas pejabat alumni Sekolah Tinggi Kepamongprajaan ini. (Red/yun)

Tinggalkan Balasan