oleh

Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan Melalui Dukungan Infrastruktur Jalan Dan Jembatan Di KSPN Borobudur

Jawa Tengah, LIPUTAN68.COM | Telah digelar acara Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka peninjauan infrastruktur dan Transporatasi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah di Balkondes Borobudur dengan menghadirkan para mitra kerja dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa dan Transmigrasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang dan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (13/2).

Borobudur merupakan salah satu dari 5 KSPN super prioritas dan saat ini didorong agar rencana penataan dan percepatan programnya dapat selesai tepat waktu, tepat sasaran serta membawa manfaat bagi masyarakat di sekitarnya dan juga peningkatan kunjungan wisatawan.

Adapun peran Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR adalah memperlancar konektivitas dari dan menuju borobudur dengan peningkatan jalan nasional di KSPN Borobudur melalui paket preservasi dan pembangunan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII, Akhmad Cahyadi menyebutkan ada 7 paket yang akan dilaksanakan pada TA 2020 untuk mendukung KSPN Borobudur, yaitu 2 di Provinsi D.I.Yogyakarta dan 5 di Provinsi Jawa Tengah dengan total nilai anggaran Rp. 444 Miliar. 2 paket bahkan sudah terkontrak sisanya 5 paket sedang dalam proses lelang.

Liputan JUGA  Bupati Eddy Berutu Diapresiasi BPK Cepat Serahkan LKPD

Paket preservasi dan pembangunan di KSPN Borobudur Di Jawa Tengah mencakup: Paket Preservasi Jalan Pringsurat – Secang – Keprekan, Preservasi Jalan Keprekan – Muntilan – Salam (Batas D.I.Yogyakarta), Preservasi Jalan Keprekan – Borobudur, Rehabilitasi Jalan KSPN Borobudur dan Pembangunan Jembatan Kali Progo cs. Adapun di D.I.Yogyakarta mencakup: Preservasi Jalan Yogyakarta – Tempel – Pakem – Prambanan serta Pelebaran Jalan Sentolo – Nanggulan – Dekso.

“Di D.I.Yogyakarta sudah terbangun Bandara NYIA di Kulon Progo. Untuk meningkatkan aksesibilitasnya maka jalan-jalannya kita perlancar dari Bandara NYIA ke Wates – Sentolo – Dekso – Klangon – dan akhirnya Borobudur” ujar Akhmad Cahyadi. Kawasan Borobudur dapat diakses melalui 4 gerbang yaitu di Palbapang, Blondo, Kembanglimus dan Klangon.

Liputan JUGA  "Gendeng Mangan Semir" 32 Warga Pacitan Kembali Terpapar Coronavirus. Satu Pasien Mangkat Ke Alam Barzah

“Pada prinsipnya kita manfaatkan ruang milik jalan yang ada. Jalan aspalnya kami usahakan sesuai standar yaitu 7 meter ditambah trotoar di kanan dan kiri masing-masing 2 meter. Beberapa ruas dilengkapi lintasan sepeda dan trotoarnya didesain agar nyaman yang dilengkapi kursi taman, tempat buang sampah, bunga dan pohon rindang serta dapat diakses dengan nyaman oleh difabel” imbuhnya. Yang unik, trotoar yang akan dikerjakan nantinya menggunakan material batu andesit yang cukup langka.

Kolaborasi Ditjen Bina Marga dan Cipta Karya juga dilakukan dalam desain penataan kawasan. Dari desain penataan yang ada akan menyatukan kawasan Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang jika ditarik garis imajiner akan berada pada satu garis lurus. Dari peningkatan kualitas lingkungan dan pembangunan sky walk oleh Ditjen Cipta Karya akan tersambung dengan jembatan Kali Progo yang akan dibangun oleh Ditjen Bina Marga (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII) yang menghubungkan dengan kawasan Candi Pawon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.