Pameran Pembangunan NTT Didorong Naik Kelas, DPRD Minta Artis hingga EO Lokal Jadi Prioritas
NTT, Liputan68.com- Pameran Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 yang akan digelar pada 11–20 Agustus 2026 di Halaman Hotel Harper Kupang diharapkan menjadi titik awal lahirnya standar baru penyelenggaraan event daerah.
Tidak lagi sekadar menghadirkan deretan stan pemerintah, UMKM, dan hiburan, tetapi berkembang menjadi festival pembangunan yang mampu menampilkan wajah NTT secara modern, kreatif, dan berkelas.
Harapan tersebut muncul seiring semakin besarnya antusiasme masyarakat terhadap pameran pembangunan yang setiap tahun menjadi salah satu agenda paling dinanti dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Keberhasilan penyelenggaraan NTT BaGaYa 2025 yang mampu menarik lebih dari 88.600 pengunjung menjadi bukti tingginya minat masyarakat.
Capaian itu dinilai menjadi modal penting untuk melakukan lompatan kualitas penyelenggaraan pada tahun ini melalui NTT BaSTEL 2026 yang mengusung tema “Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT.”
Sejumlah kalangan menilai sudah saatnya pameran pembangunan tidak hanya menjadi tempat memajang program pemerintah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut perlu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung melalui konsep kreatif, penataan kawasan yang nyaman, booth yang representatif, panggung ikonik, ruang interaksi, edukasi, budaya, hingga promosi produk unggulan daerah.
Salah satu pemuda NTT, Riko, menilai pameran pembangunan memiliki potensi besar menjadi kebanggaan masyarakat apabila dikemas secara lebih profesional.
“Kalau hanya datang melihat stan lalu pulang, tentu daya tariknya terbatas. Tetapi kalau pengunjung mendapatkan pengalaman, belajar tentang pembangunan, menikmati budaya, melihat inovasi daerah, hingga menikmati hiburan yang berkualitas, tentu nilai acaranya akan jauh lebih tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas sebuah event tidak hanya diukur dari banyaknya peserta atau pengunjung, tetapi juga dari bagaimana keseluruhan kawasan ditata sehingga nyaman, menarik, dan memiliki identitas yang kuat.
Senada dengan itu, masyarakat Kota Kupang, Faris, berharap Pameran Pembangunan NTT ke depan mampu menghadirkan konsep yang lebih segar sehingga masyarakat selalu memiliki alasan untuk kembali berkunjung setiap tahunnya.
“Potensinya sangat besar. Kalau dikemas lebih kreatif dengan banyak atraksi budaya, edukasi, kuliner, dan ruang interaksi, tentu masyarakat akan semakin antusias. Bahkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata event di NTT,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTT, David Boimau, menekankan pentingnya keberpihakan terhadap sumber daya lokal dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menyarankan agar panitia lebih mengutamakan penggunaan jasa artis asal NTT sebagai bentuk apresiasi terhadap para seniman daerah sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif lokal.
“Seniman-seniman kita memiliki kemampuan yang tidak kalah. Momentum seperti ini sebaiknya menjadi ruang bagi mereka untuk tampil dan dikenal masyarakat. Begitu juga dengan penyelenggara acara atau event organizer, vendor, hingga pelaku kreatif lainnya, kalau bisa diprioritaskan dari NTT,” ujar David, (5/8/2026).
Menurutnya, semakin banyak ruang yang diberikan kepada pelaku lokal, maka dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan pameran juga akan semakin dirasakan masyarakat.
Harapan agar Pameran Pembangunan NTT terus naik kelas juga dinilai sejalan dengan persiapan daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, di mana NTT akan menjadi tuan rumah bersama.
Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi NTT untuk membuktikan kemampuannya menyelenggarakan event berskala besar yang profesional dan berdaya saing nasional.
Kesiapan daerah menuju PON bukan hanya ditentukan oleh tersedianya venue olahraga, tetapi juga kemampuan menghadirkan pengalaman terbaik bagi tamu melalui penyelenggaraan berbagai event, penataan kawasan, pelayanan publik, promosi budaya, pengembangan UMKM, hingga kualitas industri kreatif daerah.
Karena itu, NTT BaSTEL 2026 diharapkan menjadi awal lahirnya standar baru penyelenggaraan pameran pembangunan di Nusa Tenggara Timur lebih tertata, lebih kreatif, lebih berkualitas, serta benar-benar menjadi panggung yang memperlihatkan kemajuan pembangunan, kekayaan budaya, kekuatan ekonomi lokal, dan kapasitas sumber daya manusia NTT kepada masyarakat maupun tamu dari luar daerah.***

Tinggalkan Balasan