oleh

HIKMAH COVID-19 SEBAGAI ENTRY POIN DAKWAH DI AMERIKA

JAKARTA, LIPUTAN68.COM |Saat Mang Engkoes belajar bersama Sahabatku yang ada di Wisma Spartan-MSU, walau kita bersahabat hanya 4 Bulan di Kota East Lansing, Michigan, ternyata ada satu kesan yang mendalam dan relevan dibahas masa kini.

Yaitu, saat Idul Adha tahun 2013, saya melihat gadis-gadis Mesir. Saudi dan Timteng yang cantik dan Ramah, memberi selebaran. Di Kampus MSU (Michigan State University) tempat kami belajar ada kesan sedang suasana Idul Adha. Bagi Muslim, yang berkesan dihati saya selain cantik dan ramah itu dari gadis TIMTENG itu:

1. Mayoritas tak pakai Jilbab, hanya beberapa saja pakai Jilbab tetapi bahasa Inggrisnya gaya Amrik, keren banget. Sehingga berkomunikasi bagus sekali dengan sibule-bule itu sambil pada ketawa-ketiwi. Dugaan saya, memberi kesan jadi Muslim tak wajib berjilbab. Pakai jilbab lebih bagus, tak pakai tak apa-apa.

2. Posisi di jalan, tidak mengahalangi, tidak ada kesan memaksa, tak menghalangi jalan orang. Sehingga mereka yang mau mendekati memang sudah bulat mau dekat. Jangan ada paksaan dalam Islam, walau sekedar memaksa berhenti, lalu ambil brosur.

Liputan JUGA  Sejarah Kraton Jenggala

3. Ketika mendekat, orang yang jalan itu, memilih, mengambil permen coklat atau sambil juga membawa brosur. Orang yg hanya ingin ambil kuehnya tetap disambut hangat.

4. Pas mang Engkoes dekati sambil “ Assalamu alaikum”, lalu kenalkan Indonesia. Lebih ramah lagi, mereka tahunya: Indonesia is the largest Islamic country. Bangga kalau dengar Indonesia. Terkenal keramahannya.

5. Pas saya baca brosurnya itu intinya, PERSAMAAN HAQ DALAM ISLAM. Jadi ingat ceramah Nurkholis Majied tentang Din Muhammad, Tokoh Black Mulism, pendekatan kepada orang negro itu ya persamaan haq dalam Islam. Mereka rasakan ketika ada saudaranya yg muslim pergi ke Mekah (haji). Mereka berkisah senang haji. kesanya semua manusia bersaudara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.