NAGAN RAYA-ACEH, LIPUTAN68.COM | Terkait laporan pencemaran nama baik yang diajukan H Makmur Budiman kepada M Saleh selaku Pimpinan Redaksi (Pimred) Tabloid Modus Aceh, Teuku Cutman ikut angkat bicara dan menghargai langkah hukum pengusaha berinisial “M” menggugat atas pemberitaan media Modus Aceh yang dinilai Cutman sangat tendensius menggiring opini melampaui batas etis kerja investigatif jurnalistik, Jum’at (17/4/2020).
Menurut dugaan Cutman, banyak kalangan Elit Aceh, Pengusaha,dan penguasa serta pejabat dinaa yang kadang terserempet oleh pemberitaan Modus Aceh selama ini. Untuk itu, Cutman selaku mantan petinggi kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Meulaboh mendukung satu sisi terhadap kebebasan pers di Aceh, dan sisi lain menghargai langkah hukum Makmur Budiman yang dirasakan tercemar nama baiknya akibat pemberitaan media Modus Aceh yang diduga telah melanggar UU ITE.
Di tambahkan Cutman, “Sebaiknya Saleh Fokus saja mengkaji UU ITE yang bakal potensi menjeratnya dan tidak perlu di koreksi atas kesalahan penyebutan nominal angka kredit Bank Aceh 108 M di diberikan yang melibatkan H Makmur Budiman. Kerena semakin di bantah, maka malah tidak baik karena terkesan panik dan ketakutan sehingga menyudutkan dirinya”, ungkap Cutman.
Selain itu, Cutman juga tidak sepakat dengan pemberitaan Modus Aceh yang terkesan menggiring opini secara prematur dengan menyeret foto Makmur Budiman bersama Pejabat Polda Aceh di sebuah ruang makan dengan judul berita “Eh, Foto Makmur Budiman Bersama Kapolda Aceh kembali muncul di medsos,”
Berita modus Aceh itu terlihat tendensius ingin menggiring narasi publik seakan-akan telah terjadi konspirasi diantara mereka dalam kasus hukum yang menyeret Makmur padahal belum adanya temuan fakta hukum yang kuat kerena saksinya juga tidak ada, bahkan ada indikasi wartawan yang melaporkan Makmur Budiman, juga pernah dibantu logistik untuk ikut acara ke jakarta dan tidak ada masalah apa-apa dengan Makmur Budiman.
Sangat kurang bagus karena Saleh seharusnya tidak perlu terlalu obsesif dalam pemberitaan, apa lagi catut foto pejabat polda dalam pemberitaan, di situ nampak Dir Intel, Kapolres Kab/Kota dan pejabat lainnya termasuk kapolda Aceh sehinga asumsi publik menjadi kurang positif akan reputasi instansi penegak hukum di Aceh.