Liputan BERITA

Pakar Komunikasi Politik Emrus Sihombing, Pernyataan Bupati SSL Diluar Batas Kewajaran

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 April 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Ditengah pandemi Covid-19 dan suasana bulan suci Ramadhan, Bupati Bolaang Mongondow Timur Sehan Salim Landjar (SSL) membuat kehebohan melalui pernyataannya. Akibatnya sejumlah pihak bereaksi atas ucapannya itu.

Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner, Emrus Sihombing melalui siaran pers yang dikirim ke liputan68.com, Senin (27/4/2020) dini hari WIB menyesalkan pernyataan orang nomor satu di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur itu.

BACA JUGAHTN KE-60, SEKPROV BALI: “PERHATIAN PADA PETANI JANGAN SEBATAS SANJUNGAN”

Menurutnya, seorang Bupati yang meneriakkan kata “goblok” kepada seorang Menteri sangatlah tidak baik dan tidak mendidik. Apalagi diucapkannya di ruang publik.

Tulis Emrus, Bupati SSL juga menyebut negara sudah mau “bangkrut”. Ini tindakan komunikasi politik hiperbola dan berpotensi memanipulasi persepsi publik. Hati-hati dengan pilihan diksi ini.

BACA JUGASelter Calon JPTP Lingkup Pemkab Pacitan Memasuki Tahapan Assesment. Satu “Jawara Teknis” Akan Dimutasi Sebagai Staf Ahli Bupati?

“Penggunaan dua diksi tersebut, menurut hemat saya, sudah melampaui kewajaran komunikasi di ruang publik, apapun mendasari pemakaian diksi tersebut,” kata Emrus.

Dikatakan Emrus, diiksi “goblok” dalam narasi dikemukakan oleh SSL dari aspek komunikasi politik termasuk kategori pesan sangat merendahkan manusia lain. Sekaligus secara tindak langsung ia memposisikan dirinya sebagai superior, benar sendiri dan lebih tinggi dari orang lain. Selain tidak tepat, penggunaan diksi “goblok” dari siapapun kepada siapapun, apapun status sosial para pihak, tidak dibenarkan.

BACA JUGAIESPA Sumut Raih Juara Umum FORNAS VII 2023, Fachry Nasution: Ketua IESPA Sumut Mikael Nainggolan Bapak Esports Sumut

“Goblok dari aspek denotatif bisa diartikan sebagai bodoh sekali. Orang yang sisebut goblok, sebagaimana dikemukakan SSL, sama saja memiliki pengetahuan lemah, pengalaman dangkal tentang sesuatu dan dipandang sangat rendah. Padahal, setiap manusia punya keunikan dan kelebihan masing-masing, apalagi yang dituju itu menteri. Ingat, setiap manusia sama derajatnya di dalam konstitusi kita,” ujar pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta itu.

Ditambahkannya, dari aspek hakekat manusia, tidak satupun manusia di muka bumi yang goblok. Bahkan yang mengatakan goblok kepada orang lain, tidak tepat juga dia disebut sebagai goblok. Karena itu, penyebutan goblok kepada manusia lain sudah melampaui batas.

BACA JUGAKetua DPRD Pacitan, Resmi Kukuhkan Pengurus Langen Tayub Kecamatan Pringkuku Masa Bakti 2025-2030. “Langen Tayub Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Hiburan, Tetapi Juga Sebagai Sarana Untuk Melestarikan Budaya dan Tradisi Lokal”

Di samping itu, jika seseorang pejabat, bupati misalnya, apalagi dari partai yang memuliakan manusia sebagai ciptaaan Tuhan Yang Maha Esa, sangat tidak pantas menyebut goblok kepada sesama manusia. Diksi goblok yang dilontarkan SSL sangat jauh dari aksiologi (moral dan etika) komunikasi.

Oleh karena itu, seorang pemimpin dalam situasi dan kondisi apapun, pesan yang diucapkan di ruang publik harus selalu mengindahkan tata krama dan sekaligus mengandung unsur mendidik. Ucapan SSL sejenis ini, oleh siapapun, utamanya pejabat publik, tidak boleh terulang di ruang publik.

BACA JUGABupati Eddy Berutu Hadiri FGD dengan BPS, Memastikan Data Sudah Benar, Wajar, dan Konsisten

Kemudian penyebutan negara sudah mau bangkut juga berlebihan dan sangat tidak tepat, karena tidak bebasis fakta, data dan bukti serta analisis yang menyertai. SSL telah menghiperpola (membesar-besarkan) persoalan atau situasi. Sebab, bangkrut bisa diartikan “gulung tikar” alias bubar.

Selain bermakna pesimis, diksi ini berpotensi menciptakan opini publik sangat tidak produktif terhadap eksistensi negara kebangsaan kita. Karena itu, diksi tersebut selayaknya tidak terucap dari seorang pemimpin dalam keadaan apapun. Kalaupun itu karena “keseleoh lidah”, tidak ada salahnya secepat mungkin minta maaf.

BACA JUGADPD KAMPUD Lampung Selatan Resmi Tercatat di Kesbangpol Lampung Selatan

“Saya sangat berbeda pendapat dengan SSL. Menurut saya, Indonesia tidak akan, apalagi sudah mau bangkrut karena Covid-19. Yakinlah saudaraku SSL, kita sesama anak bangsa harus optimis, badai pasti berlalu,” tutup Emrus.

(M-01)

BACA JUGAHarga Cabe Masih Melangit, Harga Porang Juga Ikutan Meroket. Petani Di Pacitan Ikut Tersenyum

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian