Liputan BERITA

Selter Calon JPTP Lingkup Pemkab Pacitan Memasuki Tahapan Assesment. Satu “Jawara Teknis” Akan Dimutasi Sebagai Staf Ahli Bupati?

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 Juli 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Teka-teki satu lowongan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) lingkup Pemkab Pacitan, yaitu staf ahli bupati yang tidak disertakan dalam seleksi terbuka, perlahan mulai tersingkap.

Diperolah kabar, Bupati Pacitan Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji, konon akan menggeser satu kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan hendak diposisikan pada satu lowongan yang tidak diikut sertakan dalam seleksi terbuka ini kali.

BACA JUGAPrabowo Subianto: Petani Itu Pahlawan Masa Depan Bangsa Indonesia. Pupuk Bersubsidi Akan Disalurkan Langsung Ke Petani Tanpa Perantara

Dia adalah Budiyanto. Yang bersangkutan, detik ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Bila kabar tersebut benar, Budiyanto diperkirakan akan mengisi satu lowongan staf ahli tersebut.

Sebagaimana informasi yang diterima media, wacana mutasi mantan Kepala Dinas PUPR tersebut, konon berangkat dari keinginannya sendiri yang disampaikan secara lisan kepada bupati, saat kebijakan mutasi sebelumnya hendak dilaksanakan.

BACA JUGASalah Seorang JPTP Di Pacitan Sebut, Duet Naru (Indrata Nur Bayuaji-Heru Wiwoho) Bisa Mengangkat Marwah Birokrasi

Bahkan sempat beredar isu, bila Budiyanto awalnya hendak mengajukan pensiun, meski masa tugas dari sang “jawara teknis” itu baru akan paripurna pada Tahun 2025 mendatang.

Namun sepertinya, keinginan Budiyanto untuk mutasi sebagai staf ahli, masih banyak mendapatkan pertimbangan dari bupati kala itu. Hingga akhirnya, saat pergeseran pejabat beberapa waktu lalu, bupati masih mempertahakan posisinya sebagai Kepala Dinas Pendidikan hingga detik ini.

BACA JUGAKunjungi Kantor YLKI Lampung, GM PLN UID Lampung, Muhammad Joharifin: Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Saat dikonfirmasi, Budiyanto, menegaskan, bila kabar tersebut tidaklah benar. “Niku ngendikane sinten? (Itu kata siapa), ” kata Budiyanto diselingi senyum, saat dihubungi media belum lama ini.

Budi, begitu pejabat senior itu akrab disapa mengatakan, kalau dirinya akan mengikuti dan melaksanakan semua tugas yang akan diberikan atasan kepadanya. “Kulo tak nderek panjenengan mawon. (Saya tak ikut anda saja),” tutur dia, dengan tidak memberikan penjelasan apa maksud dari pernyataan tersebut.

BACA JUGAPSHT Cabang Pacitan, Pusat Madiun, Sahkan 1.070 Calon Warga Baru. Bupati Aji, Sampaikan Ucapan Selamat Dan Sukses. “Semoga PSHT Jaya Selama-Lamanya”

Sementara itu pada seleksi terbuka calon JPTP untuk mengisi kekosongan enam OPD, detik ini sudah memasuki tahapan pemaparan makalah.

Dari tahapan tersebut, menyisakan masing-masing empat pelamar di enam OPD. “Tahapan pemaparan makalah sudah dilaksanakan. Dan masing-masing tinggal menyisakan empat pelamar di enam OPD. Sehingga saat ini masih ada 24 pelamar,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM, Rudi Haryanto, saat dikonfirmasi secara terpisah, Senin (3/7).

BACA JUGADi Masa Pandemi Covid, Ada Ribuan Janda Baru di Garut

Selanjutnya, sambung Rudi dari sebanyak 24 pelamar tersebut akan mengikuti assesment di BKN Regional II Surabaya. “Assesment akan dilaksanakan pada tanggal 5 dan 6 Juli,” jelasnya.

Seperti diketahui, enam OPD yang lowong tersebut seperti halnya, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perdagangan dan Naker, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

BACA JUGAKapolri Pastikan Proses Pencarian Kru Helikopter P-1103 Dilakukan Maksimal

Untuk Dinas Kesehatan, peta sementara Daru Mustikoaji yang berpeluang besar lolos dalam seleksi terbuka tersebut. Kemudian untuk Dinas Perhubungan yaitu Joko Putro Utomo, Dinas Perdagangan dan Naker, Asep Suherman, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dodik Sumarsono, dan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra adalah Kemal Pandu Pratikno.

Sementara untuk kursi calon Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, peluang terbesar akan disisi oleh salah satu Kabag Setkab Pacitan yang memiliki basic pendidikan linier dengan tugas dan fungsi OPD yang pernah dikendalikan oleh Pamudji tersebut. (Red/yun).

BACA JUGANgebut Di Jalan Tol Bakal Kena Tilang Elektronik, Berlaku Mulai 1 April 2022.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian