KETIKA AL-QURAN MENERJEMAHKAN DIRINYA SENDIRI

JAKARTA, WWW.LIPUTAN68.COM |Pada suatu perioda kehidupan mang Engkoes, pernah bersahabat dekat dengan teman alumni Tm-71-Itb, Ir Iin Arifin Tachyan M.Sc. Kami hampir tiap hari ketemu beliau di rumah saya di Grogol, lalu tiba-tiba kami terpisahkan oleh tugas negara untuk belajar, karena Iin pergi ke New Zealand saya ke Nederland. Tahu tahu, saat bertemu lagi kang Iin adalah Wakil Direktur Pertamina posisi terakhirnya, saat ini sudah pension.

Apa yang berkesan dari Kang Iin, orang Tasikmalaya ini, adalah ketika dia sering mengajarkan saya bagaimana Al Quran bisa menerjemahkan dirinya sendiri. Terlepas dari apakah Kang Iini menganut Sekte Islam baru ataukah itu pemikirannya sendiri, maklum saat itu terkenal ada sekte atau firqah Islam Jamaah dan Aliran Isa Bugis atau Darul Hadits. Ada juga ajaran yang Anti Hadits, alasannya hadits itu kadang berbeda satu sama lain dan tenggang waktunya jauh dari meninggalnya Nabi Muhammad SAW. Bagi Mang Engkoes tentu saja menganut, aliran yang bepegang pada Al Quran dan Sunnah Nabi, karena Nabi Bersabda, “Taroqtufikum Amroini. Intamasaktum bihimaa, lan tadhillu abadaa, Kitabullaoh Wa Sunnaturrasul” (Aku tinggalkan dua perkara yang kalau kamu berpegang pada keduanya, tidak akan tersesat, itulah Al Quran dan Sunah Rasul (hadits).

Inilah yang pesan Kang Iiin masih melekat dibenak saya ada tiga. Pertama: Bismillahirrohmanirrohim artinya dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Nah Ar Rahman itu, kata Kang Iin, bisa dicari dari Surat Ar Rahman, yaitu, Arrohmanu Allamal Quran artinya Yang Mengajarkan Al Quran. Allamal Insaanaa Maa lam yalam. Mengajarkan manusia tentang sesuatu yang tidak diketahuinya. Kesimpulan dari terjemahan Bismillahirrohmanirrohim menjadi. Dengan Nama Allah yang Mengajarkan Al Quran dan mengajarakan manusia dari sesuatu yang tidak diketahuinya. Ar Rohim, nah saya belum mencarinya di Al Quran. Apa itu Ar _Rohim yang pasti Maha Penyayang.

Kedua. Dalam surat Al Baqarah ayat 2, disebutkan. “Dzalikal kitabuu laa Roibafihi hudallil Muttaqien. Ini Al Quran, tidak ada lagi keraguan didalamnya dan PETUNJUK bagi Orang yang bertaqwa”. Siapa yang bertqawa disini, lalu Al Quran menu njukkan, Orang Bertaqwa ialah, “ Yaitu orang orang yang, 1. PERCAYA Barang Ghoib ( Allah, Surga, Neraka). 2. MENDIRIKAN Salat. Dan 3. Apa-apa yang diberikan kepadanya DIINFAKAN”. Itu Al Baqarah ayat 3. Jadi berdasar Al Quran itulah arti taqwa. Yakni, percaya Ghoib, Salat dan Infaq. Dulu saya hanya tahu Taqwa itu Takut Kepada Allah, sehingga mengerjakan perintahNYA dan menjauhi LaranganNYA. Mengacu konsep dari Kang Iin, itu jadi luas yah. Itu pun masih ada terusanya ya yakni: Percaya kepada Al Quran, Injil, Torat dan Zabur dan Yakin Kepada Hari Aklherat. (Hari Qiyamat, Surga dab Neraka). Subhanalloh.

Ketiga, Al Imran 191, “ Sesungguhnya dalam Penciptaan Langit dan Bumi, serta pergantian malam menjadi siang. Sungguh menjadi TANDA (Fenomena) bagi orang yang ULIL ALBAB”. Siapa Ulil Albab. Yaitu orang orang yang SELALU ingat Allah, saat Berdiri, Duduk dan Berbaring, selalu merenungkan Ciptaan Allah, Sehingga sampai kepada kesimpulan “ Ya Tuhan Kami, Sungguh CiptaanMu, Tidak sia-sia”.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *