BeritaNasional

Jengkel Kinerja Menteri Buruk, Jokowi Ancam Resufle Kabinet

JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Di saat bangsa Indonesia diterpa wabah COVID-19, Presiden Jokowi terus berakselerasi cara dan program untuk percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan Kembali perkonomian nasional dengan program new normal.

Sayang di kala akselerasi tinggi Presiden Jokowi tidak diikuti kinerja para Menteri. Akibat kinerja buruk sebagian Menteri, Jokowi ancam akan melakukan reshuffle terhadap Menteri “malas”.

Seperti dilansir CNN Indonesia, Minggu (28/6/2020) bahwa Presiden Jokowi menyinggung perombakan kabinet atau reshuffle di depan para Menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni, pekan lalu.

Masih menurut CNN Indonesia, dalam pemaparannya, Jokowi menyampaikan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kemajuan yang signifikan.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat Perpu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan,” kata Jokowi dalam sebuah video yang diunggah melalui kanal Youtube sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

“Saya harus ngomong apa adanya, tidak ada progres yang signifikan, tidak ada,” tegas Jokowi.

Presiden Jokowi mengajak para menteri dalam kabinetnya untuk memiliki rasa pengorbanan yang sama terkait krisis kesehatan dan ekonomi yang dialami Indonesia saat ini di tengah masa pandemi COVID-19.

Mantan Walikota Solo dan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai total 34 Menteri yang dimilikinya belum memiliki manajemen krisis yang bagus. Jokowi menilai hingga saat ini, kebijakan yang dikeluarkan masih standar atau itu-itu saja.

“Hati-hati, Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) terakhir menyampaikan bahwa growth atau pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6 sampai 7.6 persen minusnya,” ujar Jokowi.

Bahkan Jokowi tak segan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dan Peraturan Presiden (Perpres) jika dalam langkahnya masih ditemukan stagnasi kinerja Menteri.

Jokowi juga mengingatkan kepada jajaran Menterinya untuk tak ragu mengeluarkan Peraturan Menteri jika memang diperlukan sebagai upaya menolong Negara dari ancaman krisis.

“Kalau mau minta Perpu lagi saya buatkan Perpu, kalau yang sudah ada belum cukup, asal untuk rakyat, asal untuk negara, saya pertaruhkan reputasi politik saya,” tegasnya.

Ternyata sorotan tajam Jokowi adalah kinerja Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang dinilai kurang maksimal. Padahal anggaran yang disediakan untuk Kementerian Kesehatan yang dipimpin Terawan berjumlah 75 triliun, namun menurut Jokowi Terawan hanya menggunakan 1.53 persen dari anggarannya.

Jokowi mendesak Terawan untuk segera melakukan pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis, hingga peralatan medis harus segera dikeluarkan.

(M-01)

Comments

0 comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close