Liputan BERITA

Sejumlah Politisi Muda di Yogya Bicara Penguatan Partai Politik

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 September 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

YOGYAKARTA – LIPUTAN68.COM – Sistem demokrasi yang dibangun dalam suatu negara tidak terlepas dari keberadaan partai politik sebagai suatu institusi. Partai politik dapat berperan sebagai alat utama bagi masyarakat untuk bersaing dan menguasai institusi politik. Hal ini yang kemudian menjadikan partai politik memiliki posisi sentral dalam sistem demokrasi, yaitu sebagai instrumen yang memiliki pengaruh kuat terhadap kualitas kebijakan publik.

Partai politik adalah organisasi politik yang secara terbuka diorientasikan untuk mendapatkan jabatan publik. Melalui jabatan yang diperoleh tersebut, salah satu subjek partai politik yaitu kader atau politisi muda yang masuk dalam struktural dapat melakukan penguatan dengan mempengaruhi kebijakan kepartaian.

Tentu melakukan perbaikan atau penguatan di internal parpol oleh politisi muda sesuatu yang tidak mudah karena masih terdapat banyak tantangan atau hambatan yang mereka hadapi. Baik hambatan secara internal pada politisi muda maupun eksternalnya.

Pada sisi internal politisi muda harus banyak belajar tentang sistem organisasi kepartaian yang diikutinya disamping pentingnya membangun kapasitas diri politisi ditengah kontestasi yang makin sengit di internal partai. Pada sisi eksternal tentu beragam tantangan atau hambatan yang dihadapi baik struktur dan kultur kepartaian yang diikuti belum menempatkan politisi muda sebagai unsur penting perbaikan partai. Sekalipun sebetulnya tidak tertutup peluang politisi muda dapat tampil optimal menjadi energi perbaikan partai karena adanya kemampuan adaptasi sekaligus komunikasi politik yang baik dengan senior partai sehingga relasi antara keduanya bukan persaingan akan tetapi mitra yang saling mendukung untuk melakukan pembenahan dan penguatan kepartaian.

Poin saripati ini yang kemarin mengemuka dalam diskusi virtual melalui zoominar dengan tema “Peran politisi muda dalam penguatan partai politik” hari Selasa, 15 September 2020 jam 13.00 s/d 15.00 WIB.

Diskusi di selenggarakan oleh Atmawidya Alterasi Indonesia (AAI) dalam rangka mendukung upaya penguatan partai oleh politisi muda ditengah tatakelola kepartaian yang masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Dalam sambutannya Titok Hariyanto S.Kom selaku Direktur Atmawidya Alterasi Indonesia mengatakan Alterasi Indonesia memiliki gagasan untuk mendorong Politisi muda partai politik sebagai agen perubahan sosial strategis.

Gagasan ini seiring dengan cita-cita Alterasi Indonesia yang didirikan untuk mengabdikan diri pada nilai-nilai demokrasi, memiliki ketertarikan pada agenda untuk mendukung upaya perbaikan kepartaian menyeluruh yang menjadi modal politik reformasi di Indonesia.

Salah seorang politisi muda yang mengikuti kegiatan, Susanto Budi Raharjo menyambut baik kegiatan semacam ini karena baginya dukungan oleh organisasi masyarakat sipil sangat dibutuhkan terlebih saat seperti ini, dimana parpol terkesan berjalan sendiri tanpa didukung oleh organisasi masyarakat sipil.

“Upaya pembenahan, dan penguatan internal parpol sebetulnya tengah berjalan dan kami sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat sipil terutama bagaimana mengembangkan kapasitas sebagai politisi” kata Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDI Perjuangan DIY ini.

Senada dengan Susanto, Ardha dari Partai Nasdem berharap kegiatan ini berlanjut sehingga dapat memberikan input yang baik bagi partainya. Beberapa wakil partai seperti dari PSI, Gerindra, PKB, Golkar, PAN, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PDI Perjuangan, juga menyampaikan umpan balik tentang tantangan mereka dalam upaya pembenahan dan penguatan di internal partai.

Sunaji Zamroni, Peneliti Alterasi saat memberikan kerangka pendahuluan sebelum diskusi berlangsung mengatakan bahwa sebetulnya partai membutuhkan perbaikan ekosistem pengetahuan antara kadernya, tatakelola partai, ideologi platform dan langkah njata dalam masyarakat. Ekosistem pengetahuan ini memerlukan upaya pentradisian sebagaimana ada upaya perbaikan tradisi akademik ataupun tradisi pengetahuan dalam masyarakat sipil. Bila hal ini dilakukan oleh partai, maka wajah partai dipublik menjadi menarik untuk dilihat, demikian ungkapnya.

Diskusi via zoominar ini dihadiri oleh total 31 orang yang terdiri dari unsur lintas partai 26 orang, dan CSO 5 orang.

Pada sesi akhir diskusi, seluruh peserta menyepakati bahwa forum diskusi via zoominar ini dinamakan “Jagongan Politik” dimana teman-teman partai bisa duduk bersama secara santai tanpa harus tersandera dengan formalitas partai masing-masing tetapi dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi politisi muda dalam membangun dan mengembangkan kapasitas mereka dalam rangka perbaikan internal partai.

Dalam diskusi virtual ini juga disepakati bahwa Jagongan Politik memerlukan kelompok kerja task force yang akan mengkoordinir peserta lintas partai dalam seri diskusi ataupun kegiatan lainnya yang dibutuhkan sebagai penguatan bersama.

(M-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian