Liputan INTERNASIONAL

Donald Trump Positif Covid-19 ; Harga Minyak Jatuh, Dollar Liar, Saham Terguncang

Ditulis oleh Liputan68 pada 2 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

WASHINGTON DC – LIPUTAN68.com –Jagat dunia dihebohkan dengan kabar orang nomor satu di Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump, positif terjangkit virus Corona. Efeknya sungguh dahsyat, pasar keuangan dan komoditas dunia tiba-tiba terguncang.

Trump bersama istrinya, Melania, langsung menjalani karantina mandiri terhitung setelah hasil tes Corona keluar. Investor dibuat kaget dengan berita ini.

BACA JUGAB20 Summit November 2022 di Bali Akan Dihadiri Elon Musk dan Bill Gates

Akibatnya pasar keuangan dan komoditas dunia pun bergejolak. Salah satunya adalah dolar AS.

Pagi tadi The Greenback sempat melemah, tapi siang ini jadi menguat terhadap rupiah. Bergerak naik turun bak kuda liar.

BACA JUGABelasan Mayat Polisi Ditemukan di Pinggir Jalan, Penyebabnya.

Hingga pukul 13.00 WIB siang tadi, dolar AS berada di level Rp 14.850. Menguat sekitar 0,2% setelah pagi tadi sempat melemah.

Pagi tadi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah ada di level Rp 14.765. Angka tersebut tercatat berkurang 184 poin (1,17%).

BACA JUGAPerdana !, Gubernur Lampung Arinal Launching Penerbangan Umroh Lampung – Jeddah Di Bandara Raden Inten II Lamsel

Selain itu, indeks saham berjangka untuk S&P 500 EScv1 turun 1,21% pada di pasar Asia, sementara imbal hasil treasury juga turun.

Indeks saham berjangka atau stock index future terdiri dari saham-saham pilihan sebuah indeks yang diperdagangkan di pasar bursa internasional. Indeks ini juga sering menjadi indikator perekonomian sebuah negara.

BACA JUGATelkomGroup Pastikan Kelancaran Akses Internet di Media Center KTT ASEAN

Dikutip dari harianhaluan.com, indeks saham berjangka Dow Jones Industrial Average juga turun 435 poin.

Tidak berhenti sampai di situ. Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Jumat sore ini setelah Trump mengumumkan dirinya positif virus Corona.

BACA JUGABATIC 2023 Wujud Komitmen Telin Mendorong Pertumbuhan dan Konektivitas Dalam Industri

Dilansir CNBC, Jumat (2/10/2020), harga minyak mentah berjangka Brent turun 2,71% menjadi US$ 39,82 per barel berdasarkan patokan internasional. Minyak mentah berjangka AS juga merosot 2,89% menjadi US$ 37,60 per barel. Kondisi itu mengikuti penurunan yang cukup besar pada hari Kamis hampir 4%.

Saham perusahaan minyak secara regional juga turun pada perdagangan Jumat. Di Australia, saham Beach Energy turun 7,3%, sementara Santos turun lebih dari 5%. Di Jepang, Inpex tergelincir 3,25%.

BACA JUGAPresiden Sri Lanka Kabur ke Luar Negeri Setelah Kediamannya Diserbu Massa

(M-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian