Ketro Nyaris Tanpa Jago, Dua Nama Diprediksi Muncul di Perpanjangan Pendaftaran Pilkades
Pacitan,Liputan68.com-Pesta demokrasi desa di Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Di tengah persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026, desa tersebut nyaris tanpa kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi kepala desa.
Hingga berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran tahap pertama, tidak satu pun warga tercatat mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.
Kondisi tersebut dibenarkan Penjabat (Pj) Kepala Desa Ketro, Syamsudin. Ia mengatakan, sampai penutupan masa perpanjangan pendaftaran tahap pertama, belum ada warga yang secara resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti kontestasi Pilkades.
Namun, peluang demokrasi di Desa Ketro belum sepenuhnya tertutup. Pemerintah desa akan kembali membuka masa perpanjangan pendaftaran tahap kedua mulai Kamis, 20 Agustus 2026.
“Besok tanggal 20 Agustus, akan dibuka kembali masa perpanjangan pendaftaran tahap kedua,” kata Syamsudin, Rabu (19/8).
Perpanjangan tersebut menjadi ruang sekaligus kesempatan bagi masyarakat Ketro yang memiliki niat dan kesiapan untuk mengambil bagian dalam proses demokrasi di tingkat desa.
Menurut Syamsudin, pihaknya berharap pada masa perpanjangan kedua akan muncul warga yang bersedia maju sebagai bakal calon kepala desa. Sebab, keberadaan calon menjadi salah satu unsur penting agar roda demokrasi desa dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Insyaa Allah akan ada dua bakal calon kades yang akan mendaftar. Semoga benar bisa terlaksana,” ujarnya.
Pilkades bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan bagian dari proses menentukan arah pembangunan dan pelayanan masyarakat desa dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, minimnya kandidat juga menjadi refleksi tersendiri tentang bagaimana masyarakat memandang tanggung jawab kepemimpinan di tingkat desa.
Bagi Desa Ketro, masa perpanjangan tahap kedua menjadi momentum penting. Bukan hanya untuk memenuhi tahapan administratif pemilihan, tetapi juga membuka kembali ruang partisipasi politik warga.
Harapannya, demokrasi di Ketro tidak berhenti karena sepinya pendaftar. Justru dari ruang kesempatan yang kembali dibuka, lahir putra-putri desa yang berani menawarkan gagasan, program, serta visi untuk membawa Ketro menuju arah pembangunan yang lebih baik.
Kini, perhatian warga Ketro tertuju pada 20 Agustus. Akankah dua nama yang diharapkan muncul benar-benar datang mendaftarkan diri dan menghidupkan kembali kontestasi Pilkades di desa tersebut? Jawabannya akan ditentukan pada masa perpanjangan pendaftaran tahap kedua.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan