Dongkrak Parmas, KPU Pacitan Identifikasi Grup Aplikasi Chating WhatsApp Sampai Ditingkat RT


Pacitan, liputan 68.com- Tingkat kehadiran pemilih di TPS, saat hari H pencoblosan Pilbup serentak 9 Desember nanti, dimungkinkan akan mengalami penurunan cukup signifikan. Itu mengingat, sampai detik ini badai coronavirus tak kunjung reda. Bahkan belakangan, kasus covid-19 confirm di Pacitan terus bertambah.

Ketua KPU Pacitan, Sulis Setyorini mengatakan, memang diperlukan kerja ekstra agar masyarakat pemilih terstimulasi untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya, pada Rabu Pon, 9 Desember nanti. “Kita lebih masifkan lagi kegiatan sosialisasi. Baik secara visual ataupun dalam jaringan,” kata Sulis Setyorini, Ahad (11/10).

Menurut mantan dosen sebuah perguruan tinggi swasta di Surabaya ini, penyelenggara pemilu diakuinya banyak mengalami kendala-kendala dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi. Utamanya terkait protokol kesehatan.

Dimana saat ini, pertemuan sangat dibatasi. Karena itu, KPU mengambil sikap dengan memperbanyak intensitas pertemuan meskipun jumlah peserta sangat terbatas. “Kita lebih memperbanyak sosialisasi, namun dengan jumlah peserta sangat terbatas. Sebab hanya dengan cara itu, target partisipasi masyarakat (parmas) sebesar 77,5 persen, minimal akan bisa mendekati,” jelasnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *