4.147 KENDARAAN TERCATAT ISI BBM DI SPBU PANTAI BARU, SMSI BERSAMA POLISI DAN SATPOL PP PERKETAT PENGAWASAN
ROTE NDAO, Liputan68.com β Pengawasan distribusi BBM di Kabupaten Rote Ndao semakin diperketat. Kali ini, SMSI bersama Satpol PP dan pihak kepolisian turun langsung memantau aktivitas pengisian BBM di SPBU Pertamina Pantai Baru, Kecamatan Pantai Baru.
Hasil pemantauan sementara selama delapan hari, terhitung 26 Oktober hingga 2 November 2026, mencatat sebanyak 4.147 kendaraan masuk untuk mengisi BBM. Angka tersebut terdiri dari 2.671 kendaraan roda dua, 1.268 roda empat, dan 208 kendaraan roda enam.
Data ini menjadi gambaran tingginya aktivitas pelayanan BBM di SPBU Pantai Baru sekaligus bahan evaluasi untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan tidak menyimpang dari ketentuan.
Tak hanya memantau kendaraan yang mengisi BBM, petugas juga mencatat arus pasokan. Pada 28 Oktober 2026, satu unit mobil tangki PT Energibys Indonesia bernomor polisi DH 8662 UM yang dikemudikan Hendro tercatat memasok BBM sebanyak 15 ton. Sehari kemudian, mobil tangki yang sama kembali masuk membawa 10 ton Pertamax.
Dalam laporan tersebut juga tercatat pengeluaran BBM menggunakan mobil Kijang DH 8917 MA yang dikemudikan Marsel dengan volume mencapai 18 drum.
Keterlibatan wartawan SMSI dalam pemantauan bersama ini menjadi bagian dari fungsi kontrol sosial pers. Pengawasan tidak boleh berhenti pada pencatatan jumlah kendaraan, tetapi juga harus memastikan proses penerimaan, penyaluran hingga pengeluaran BBM berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Potensi pengisian berulang oleh kendaraan yang sama, penyalahgunaan nomor polisi, hingga penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan menjadi sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian serius.
Di tengah kebutuhan BBM masyarakat yang terus menjadi sorotan, pengawasan semacam ini penting agar distribusi tidak hanya terlihat lancar di atas laporan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat, terutama nelayan, petani, dan warga di wilayah pelosok.
Sinergi SMSI, Satpol PP, dan kepolisian diharapkan mampu mempersempit ruang penyimpangan serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan BBM secara adil.
Adapun petugas yang tercatat dalam laporan sementara Pos Pemantauan BBM Pertamina Pantai Baru yakni Yohanes M., Selimber Poli, Yosua Sodakai, dan Tiken T. Ngik.
Pengawasan akan menjadi berarti apabila data yang dikumpulkan tidak sekadar menjadi catatan, tetapi ditindaklanjuti untuk memastikan BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.***

Tinggalkan Balasan