Liputan BERITA

Kontroversi Kunker Gubernur Khofifah Ke Pacitan Ditengah Wabah Covid-19

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pejabat pemprov ke Pacitan, Ahad (18/20), memunculkan kontroversi. Pasalnya, disaat Pacitan terjadi ledakan jumlah kasus covid-19 confirm, namun ratusan pejabat, baik dari unsur pemprov ataupun pejabat BUMN, berbondong-bondong datang ke Pacitan untuk mendampingi kunjungan kerja orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Perlu diketahui, Surabaya saat ini masuk zona merah sebaran covid-19. Kabar yang diterima media, ratusan pejabat yang ikut hadir pada kesempatan kunjungan kerja Gubernur Jatim tersebut, konon sudah melengkapi rapid diagnotic test (RDT) covid-19, yang hasilnya non reaktif. Akan tetapi informasi yang sebenarnya, masih perlu klarifikasi lebih jauh lagi.

Selama berada di Pacitan, Gubernur Khofifah melakukan serangkaian kegiatan. Selain senam pagi bersama, gowes bareng, juga mendatangi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk memberikan batuan kepada pelaku UMKM. Tak lupa, pasar tradisional Minulyo juga menjadi sasaran kunjungan Khofifah.

Di lokasi pasar yang pernah diresmikan Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, Khofifah hendak membagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar.

Lain itu, mantan Menteri Sosial era pemerintahan Presiden Jokowi tersebut juga mengunjungi proyek pembangunan Galeri dan Museum Ani-SBY di kawasan jalur lintas selatan (JLS), Kelurahan Sidoharjo, Pacitan.

Kemudian pada siang harinya, Khofifah juga dijadwalkan menuju obyek wisata Sungai Maron, di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku. Disana ia sekedar berwisata dan melakukan ramah-tamah.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih kesulitan mengkonfirmasi pihak terkait. Utamanya gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) covid-19, yang berkaitan erat dengan penanganan wabah coronavirus.

Juru bicara tim komunikasi publik GTPP covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, belum bisa dikonfirmasi. Saat ditelepon melalui ponselnya, namun pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan tersebut, belum merespon. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian