Liputan KEAGAMAAN

Doa Puji Pangastuti Dari Pajimatan Imogiri Untuk Ketentraman Rakyat Serdang Bedagai

Ditulis oleh Liputan68 pada 6 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr Purwadi M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA Hp 087864404347)

A. Diplomasi Budaya Antara Kasultanan Serdang Dengan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Upacara adat berlangsung pada hari Minggu Legi. Bertepatan dengan tanggal 7 Desember 2020 pukul 9 – 12 pagi. Kegiatan spiritual ini dilaksanakan di Pajimatan Imogiri. Bangunan megah ini dibangun tahun 1623 oleh Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakra Kusuma.

Peserta marak seba ing Pajimatan Imogiri berasal dari Kabupaten Rembang, Nganjuk, Wonogiri, Semarang, Salatiga, Sukoharjo, Boyolali, Klaten. Mereka menyumbangkan tenaga pikiran untuk Karaton Surakarta Hadiningrat. Sejak pagi mereka sibuk mempersiapkan tata cara ziarah di makam raja raja Mataram.

Kabupaten Serdang Bedagai atau Sergai Propinsi Sumatera Utara 56 % dihuni etnis Jawa. Mereka masih punya hubungan emosi dengan leluhur. Merantau sejak tahun 1803 di Sergai. Kedatangan warga Jawa ini diterima dengan tangan terbuka, ramah tamah dan perlakuan terhormat. Kaum pekerja profesional dari Tanah Jawa diberi kesempatan oleh Kasultanan Serdang. Saat itu Kerajaan Serdang dipimpin oleh Sultan Aman Johan Pahlawan Alam Shah yang memerintah tahun 1767-1817.

Warga Jawa yang dikirim ke wilayah Sergai, terlebih dahulu mendapat bekal ketrampilan. Pembekalan ketrampilan berkebun dilakukan di daerah Candi Boyolali Jawa Tengah. Proses pendidikan perkebunan ini atas kemurahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana IV, raja Karaton Surakarta Hadiningrat yang memerintah tahun 1788-1820. Raja agung ini ahli pertanian dan kesusasteraan, yang menulis kitab Serat Wulangreh. Kitab ini berisi tentang nilai Ketuhanan, kemanusiaan, kebangsaan, kerakyatan dan keadilan.

Hubungan diplomasi antara Karaton Surakarta Hadiningrat dengan Kasultanan Serdang terjalin sepanjang jaman. Kerja sama meliputi bidang perdagangan, kebudayaan, kesusasteraan, kebahasaan, perkebunan, pertanian, pelayaran. Kedua belah pihak tukar menukar ahli pakar. Tentu bertujuan untuk mencapai kemajuan bersama. Nenek moyang bengsa Indonesia sungguh beradab.

Ternyata persahabatan baik itu berlanjut sampai sekarang. Generasi muda perlu meneladani. Misalnya pada tahun Ir H Soekirman, Wakil Bupati Sergai diundang untuk seminar di Karaton Surakarta Hadiningrat. Dalam rangka pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk Sinuwun Paku Buwana X. Pemerintah RI menyetujui usulan kepahlawan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Nopember 2023 dengan resmi mengangkat Raja Paku Buwana X sebagai Pahlawan Nasional.

Ir H Soekirman kini menjadi Bupati Sergai, nyata nyata telah berjasa kepada Karaton Surakarta Hadiningrat. Pada tanggal 1 Nopember 2014 Ir H Soekirman diberi piagam penghargaan. Penyerahan diselenggarakan di gedung Sasana Handrawina, dengan disaksikan segenap abdi dalem, Pengageng, Sentana. Pengakuan dari Karaton Surakarta Hadiningrat mempererat tali silaturahmi dengan warga Serdang Bedagai. Tali silaturahmi ini berlangsung alamiah yang punya akar sejarah panjang.

Turut mendapat penghargaan yaitu Dr Soetrisno R M.Si, Bupati Nganjuk tahun 1993-2003. Ir H Soekirman amat akrab dengan sesepuh. Keduanya saling berkunjung, layaknya saudara sejati.

Kunjungan ketua Lembaga Dewan Adat sekaligus pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat tanggal 25 Nopember 2017. GKR Dra Wandansari Koes Moertiyah M.Pd memimpin rombongan. Berkunjung di joglo suko Budoyo jl coklat 1 Batang Terap Serdang Bedagai. Ir H Soekirman menyambut dengan penuh kehormatan. Perwakilan Kerabat, Kerukunan Masyarakat Batak dipimpin Drs Joni Walker Manik MM. Acara dialog budaya ini sangat mengesankan. Putri Sinuwun Paku Buwana XII ini didampingi oleh KPH Dr Wirobhumi SH, selaku ketua Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat.

Waktu itu Gubernur Sumatera Utara dijabat oleh Dr Ir H Tengku Erry Nuradi M.Si yang masih keturunan langsung Kasultanan Serdang. Ayahanda Tengku Muhammad Ryan Novandi ini membuat acara tradisional di Istana Maimun Medan. Berkenan hadir yakni Presiden RI Ir H Joko Widodo. Kegiatan ini terjadi pada tanggal 26 Nopember 2017. Pagi harinya diadakan peremajaan bibit kelapa sawit di Dolog Madihul. Kedatangan Presiden Ir H Joko Widodo menjadikan Kabupaten Serdang Bedagai semakin arum kuncara. Nama Sergai bertambah harum wangi ke segala penjuru Nusantara.

B. Upacara Jawi Bikin Ketentraman Sergai.

Hari Sabtu Kliwon tanggal 6 Desember 2020 terjalin komunikasi persahabatan. Putri raja Surakarta Hadiningrat, GKR Dra Wandansari Koes Moertiyah M.Pd mengucapkan selamat kepada Ir H Soekirman. Dengan harapan Sergai selalu aman damai. Salam hangat ini diterima dengan suka gembira. Semangat membangun Sergai bertambah kuat.

Perjuangan semakin gumreget gumregut gumregah. Ir H Soekirman merasa mendapat suntikan energi. Jiwa raga selalu bersedia untuk masyarakat. Mulai dari perkotaan pedesaan pegunungan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Seia sekata, sehina semalu. Inilah wujud kebersamaan warga Sergai.

Keesokan harinya pada hari Minggu 7 Nopember 2020, GKR Dra Wandansari Koes Moertiyah M.Pd memimpin upacara adat di Makam raja Imogiri. Para abdi dalem berbusana Kejawen jangkep.

Putri raja berbusana nyamping, sanggul, kebaya landung. Pendherek berbusana kemben. Pria mengenakan beskap putih, bebedan, blangkon, sabuk wala, stagen timang. Berbaris jajar rapi. Kembang diwadahi berwarna warni. Kukusing dupa kumelun memenuhi ruang Pajimatan. Melati mawar kenanga beraroma wangi sumerbak.

KGPH Mangkubumi, Putra Mahkota Karaton Surakarta Hadiningrat mengenal nama Ir H Soekirman yang populer. Dengan segenap ketulusan hati, Putra Sinuwun Paku Buwana XIII ini berdoa secara khusus buat kesuksesan Ir H Soekirman. Masyarakat Jawa percaya bahwa doa anak raja senantiasa terkabul.

Penampilan putra Sinuwun Paku Buwana X begitu menarik menawan. Wajah tampan, dedeg pideksa, gagah perkasa. Di pundaknya masih Karaton Surakarta Hadiningrat diharapkan. Dengan belajar terus menerus, cita cita mulia bisa terlaksana.

Lingkungan Pajimatan Imogiri pagi itu memang cerah. Udara berhembus sumilir. Suara burung berkicau. Manuk prenjak sami ngganter. Burung burung berlompatan di pepohonan dengan kegirangan. Pertanda bahwa permohonan di Pajimatan Imogiri ini penuh berkah anugerah.

Para pemangku adat di Karaton Surakarta Hadiningrat. Mereka titip salam buat warga Jawa perantau. Keselarasan hidup yang terbina di Sergai berlanjut terus. Sejarah peradaban agung antar suku tampak anggun. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terbantu dengan kesadaran warga. Perbedaan adalah rahmat. Semua menjunjung tinggi semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Leluhur Mataram memberi restu Masyarakat Serdang Bedagai. Sultan Agung mewariskan keteladanan. Sri Susuhunan Amangkurat mewariskan keutamaan, Sinuwun Paku Buwana mewariskan kejayaan. Doa restu para raja mulia ini berguna untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sergai. Agar hidupnya sejahtera lahir batin.

GKR Retno Dumilah, Pengageng pasiten berdoa khusuk. Desertai dengan abdi dalem ulama. Sayup sayup mereka berdzikir. Tahlil tahmid, takbir, tasbes menghiasi kompleks makam Sinuwun Paku Buwana XII yang bersebelahan dengan makam GKR Galuh Kencono, GKR Sekar Kencono dan KGPH Kusumoyudo. Suara doanya mirip kumbang yang mbrengengeng. Bunyi dzikir memecahkan keheningan. Dupa berasap tebal menuju ke angkasa raya.

Ternyata hubungan budaya antara Kasultanan Serdang dengan Karaton Surakarta Hadiningrat berjalan kekal abadi. Warga berinteraksi sesuai dengan tata susila. Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat kultural historis, pada masa depan semakin kokoh berjaya.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian