Liputan BERITA

Perusahaan China Investasi Triliunan Rupiah Untuk Bangun Pabrik di Indonesia

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA – LIPUTAN68.com – Perusahaan China, Contemporary Amperex Technology Limited (CATL), mengabarkan akan melakukan investasi bernilai puluhan triliun rupiah di Indonesia. Investasi tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pembangunan sebuah pabrik baterai untuk mobil listrik.

Dikutip dari Paultan, perusahaan CATL berencana memulai pembangunan pabrik baterai mobil listrik tersebut pada tahun depan. Di mana, CATL berani mengeluarkan biaya yang sangat banyak demi memastikan investasi tersebut terwujud di tanah air.

BACA JUGAWabub Minta Peningkatan Perencanan Pembangunan yang Berkualitas Melalui Inovasi dan Kreatifitas

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan China tersebut akan menggelontorkan dana sebanyak US$1 miliar (setara dengan Rp72 triliun), demi mewujudkan pembangunan pabrik ini. Kabar dari rencana pendirian pabrik baterai mobil listrik China ini sudah dikonfirmasi langsung oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto. “Targetnya pabrik CATL akan mulai memproduksi baterai mobil listrik pada tahun 2024,” kata dia menjelaskan.

CATL sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan PT Aneka Tambang (Antam) bahwa setidaknya 60 persen pengolahan hasil tambang nikel milik Antam akan diproses menjadi baterai mobil listrik.

BACA JUGAPara Purna Bakti, Juga Punya Kewajiban Lakukan Absensi Manual Atau Otentikasi Berbasis Aplikasi Agar Uang Pensiun Mereka Bisa Dicairkan

Kontrak kerja sama ini menurut Septian ditandatangani demi memastikan agar CATL tidak hanya mengambil bahan mentah nikel saja, tetapi juga ikut memprosesnya di dalam negeri. Sehingga nilai tambah produk nikel dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

“Kami enggak mau mereka mendapatkan nikel, lalu membawanya ke negaranya untuk diolah di sana,” tutur Septian.

BACA JUGAStanislav Sadovnikov Tanpa Modal Mampu Ambil Alih Aset Apartemen Umalas Milik Budiman Tiang

Adanya investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat proses peralihan kendaraan yang menggunakan bensin menjadi mobil listrik.

Setidaknya hal tersebut sudah diwujudkan melalui adanya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Selain CATL, dua perusahaan lainnya yang diketahui ingin membangun pabrik baterai mobil listrik di Indonesia adalah Hyundai dan juga LG Chem.(1-M)

BACA JUGAKepala Sekolah TK,SD,SMP se-Kab Pakpak Bharat Laksanakan Sertijab

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian