Ndableg Tak Jalankan Protokol Kesehatan, Kecamatan Pacitan Menjadi Episenter Sebaran Coronavirus
Pacitan, liputan68.com- Ibarat mulut sampai berbusa, namun rupanya masyarakat, utamanya yang berdomisili di kawasan kecamatan kota di Pacitan, bergeming atas imbauan dari gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 untuk melaksanakan protokol kesehatan secara benar dan lebih disiplin lagi.
Itu terbukti, hingga Ahad (17/1) penambahan pasien terkonfirmasi kembali didominasi dari Kecamatan Pacitan. “Memang benar, penambahan pasien positif covid-19 terbanyak dari Kecamatan Pacitan,” kata juru bicara tim komunikasi publik GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto.
Menurut Rachmad, pada hari ini jumlah pasien terkonfirmasi dari Pacitan tercatat sebanyak 25 orang. Kemudian Tulakan 1, Arjosari 2, Ngadirojo 5, Donorojo 1, Kebonagung 1, Bandar 1, Nawangan 3 dan Kecamatan Punung satu orang. “Dari 12 kecamatan yang ada di Pacitan, 9 kecamatan diantaranya sudah tidak aman lagi dari paparan covid-19,” jelasnya.
Sebagai elemen GTPP, secara khusus Rachmad meminta maaf, bahwa sampai detik ini wabah covid-19 masih belum mereda, bahkan kian menjadi. Semua itu, lanjut dia, tak lepas dari kuasa Allah SWT. Selain juga, kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan, masih belum maksimal. “Kami imbau lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan, utamanya memakai masker, menjaga jarak fisik, sesering mungkin cuci tangan pakai sabun dan mengindari berkerumun,” pesannya.
Sementara itu, penanggung jawab wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina bagi pasien covid-19 confirm, dr Johan Tri Putranto menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan, membuat Kecamatan Pacitan menjadi episenter sebaran virus SARS-CoV-2 terbesar dari 11 kecamatan lainnya.
“Kesadaran untuk melaksanakan protokol kesehatan, ini menjadi kunci utama untuk meminimalisir sebaran covid-19,” tutur dokter umum yang juga menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, ditempat terpisah.
Namun begitu pada masa inkubasi kedua ini, tepatnya nanti sampai akhir Januari atau awal Februari, diharapkan akan terjadi penurunan. “Namun sekali lagi, protokol kesehatan wajib dilaksanakan secara disiplin. Jangan sampai lengah. Insyaallah sebaran covid-19 akan bisa ditekan,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan