Dua ASN Di Lingkup Dinas Perpustakaan dan Arsip Pacitan Dikabarkan Terindikasi Covid-19. Namun Tidak Dilakukan Tindakan Pengamanan?
Pacitan, liputan68.com- Kabar kurang menyedapkan dibalik penanganan kasus covid-19 confirm di Pacitan, kembali menyeruak.
Merunut informasi yang diterima media, konon ada dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Arsip, yang terindikasi terpapar coronavirus. Namun begitu, tidak dilakukan tindakan pengamanan.
Selain itu juga tidak ada tindakan sterilisasi di lokasi perkantoran. Malah, organisasi perangkat daerah (OPD) dibawah kendali Sucipto Yuwono tersebut dikabarkan masih membuka pelayanan publik.
“Kantor selamanya tidak pernah di sterilisasi disinfektan, dan masih buka pelayanan publik. Hingga hari ini tidak ada tindakan nyata dari gugus tugas,” tulis sumber yang disampaikan melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp ke ponsel wartawan, Selasa (19/1).
Sumber yang meminta dirahasiakan jati dirinya tersebut, mendapatkan informasi dari masyarakat. Mereka galau, lantaran saat ini Kecamatan Pacitan menjadi episenter terbesar sebaran covid-19.
“Jika Kecamatan Pacitan menjadi episenter penularan covid 19, dari salah satu sampling tersebut bisa di buktikan bahw dinas/ badan di Pacitan tidak respec dan respon terhadap penanggulangan covid 19,” tulisnya lagi.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, wartawan belum mendapatkan konfirmasi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Sucipto Yuwono. Begitupun juru bicara tim komunikasi publik GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, saat dikonfirmasi media sedang mengikuti rapat. “Maaf saya masih rapat,” kata Rachmad diujung telepon. (yun).

Tinggalkan Balasan