Liputan BERITA

Tomas Pacitan Wacanakan Belanja Masker Bagi ASN Daerah. Singgung Tata Kelola Sampah Masker Yang Masih Perlu Perhatian Khusus

Ditulis oleh Liputan68 pada 30 Januari 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Protokol kesehatan (prokes) saat ini menjadi urusan wajib yang harus dilaksanakan seluruh komponen masyarakat, tanpa kecuali. Utamanya pengenaan penutup mulut dan hidung atau jamak disebut dengan masker, merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi siapapun.

Meski dengan nilai rupiah tak seberapa, akan tetapi masker, mau tak mau harus dibeli oleh masyarakat. Utamanya aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayan publik dan juga tauladan dari masyarakat, tak boleh lepas dari alat kesehatan yang satu itu.

Karena itulah, masker tak ubahnya seperti bahan pokok yang saat ini ikut membebani belanja masyarakat, tak kecuali para abdi negara daerah dengan penghasilan pas-pasan.

Terkait hal tersebut, menurut salah seorang tokoh masyarakat (tomas) di Pacitan, Sartono, sudah selazimnya kalau pemerintah, khususnya pemerintahan di daerah bisa mengalokasikan belanja masker bagi ASN.

“Kenapa harus ASN? Sebab mereka adalah pelayan masyarakat. Sehingga kesehatan mereka memang harus diperhatikan. Kalau sampai mereka tak memakai masker, gegara penghasilan yang pas-pasan tentu akan berpotensi menjadi media penyebaran virus SARS-CoV-2. Sebab hampir setiap hari mereka bersinggungan dengan masyarakat,” kata Sartono yang juga simpatisan Partai Demokrat ini, Sabtu (30/1).

Maka tak salah kalau seandainya pengambil kebijakan, juga DPRD bisa memikirkan persoalan tersebut. Mau tak mau, lanjut Sartono, saat ini masker menjadi kebutuhan pokok layaknya beras dan bahan makanan lainnya. “Insyaallah keuangan daerah sangat mampu, kalau hanya untuk sekedar memberikan tambahan penghasilan untuk pembelian masker. Bila mana perlu pemkab bisa memberikan dalam bentuk barang, sehingga keperuntukannya jelas,” jlentrehnya.

Selain berbicara mengenai masker, pria paroh baya yang dikenal dekat dengan Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga meminta Pemkab Pacitan, utamanya Dinas Lingkungan Hidup, sebisa mungkin melakukan lokalisasi sampah masker.

Sebab bagaimanapun juga, ini (masker) merupakan sampah infeksius yang perlu perlakuan khusus. “Selama ini masker menjadi sampah rumah tangga dan dibuang disembarang tempat. Padahal itu masuk kategori limbah berbahaya yang perlu perlakuan khusus.

Karena itu, kami berharap Pemkab Pacitan dengan OPD teknis yang ada bisa menyikapi persoalan tersebut. Sebab makin hari, sampah masker ini semakin menggunung. Sementara perlakuannya sama seperti sampah rumah tangga. Tercecer di bak-bak kontainer maupun tong sampah umum,” tandasnya.

Sementara itu hingga berita ini ditulis wartawan belum mendapatkan konfirmasi dari Bupati Pacitan Indartato maupun Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Joni Maryono, terkait wacana pemberian tunjangan uang masker bagi ASN dan tata kelola sampah masker. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian