Liputan BERITA

Mudik 2021 Dilarang, Organda : Akan Sangat Mempersulit Jalannya Bisnis Pengelolaan Bus

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA — LIPUTAN68.com — Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengatakan, pengusaha bus telah babak belur dan rugi besar akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Derita itu akan makin bertambah, karena pemerintah telah melarang mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021.

Sekjen DPP Organda Ateng Haryono mengungkapkan bahwa sebenarnya masih bersyukur lantaran operasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) masih bisa bertahan dari krisis pandemi ini.

“Sekarang ini kita sebetulnya jika harus diungkapkan dengan normal kita sudah rugi babak belur. Kita mau bertahan hidup saja sudah sangat bersyukur. Syukur Alhamdulillah kita masih tetap bisa bertahan,” ucap Ateng pada Jumat (26/3/2021).

Dirinya tetap siap menghadapi larangan mudik lebaran 2021. Meski mengaku bisa menerima keputusan tersebut, Ateng menyayangkannya, karena hal tersebut akan sangat mempersulit jalannya bisnis pengelolaan bus.

“Apalagi ditambah potensi yang mempersulit itu, ya tidak apa-apa, ya tapi kok tega banget. Seharusnya kan melakukan kesempatan, tapi dimitigasi lebih baik potensi yang bisa muncul jadi persoalan,” ujarnya.

Ateng lantas berkaca pada larangan mudik Lebaran 2020, dimana angkutan umum resmi jadi pihak pertama yang diberikan arahan. Sebaliknya, pemerintah seolah mengabaikan laju kendaraan pribadi selama masa mudik lebaran tersebut.

“Ya kita kan ngikut, kita tidak melawan untuk dilakukan itu. Tapi kalau kemudian pelarangannya hanya berjalan untuk yang resmi saja, kasian mereka. Karena akhirnya yang resminya dilarang, tapi pada akhirnya yang tidak resmi berjalan,” pungkasnya.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian