Liputan BERITA

Pantau Implementasi Program Pejuang Muda, Mentor Ini Turba Ke Lapangan

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Desember 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Jakarta-Liputan68.com- Program Kampus Merdeka Pejuang Muda Kementrian Sosial RI TA 2021 merupakan laboratorium praktik mahasiswa para peserta untuk melihat kondisi masyarakat yang riil di lapangan. Dalam menjalankan tugas dilapangan, pejuang muda dibimbing oleh Kordinator PKH kabupaten, dan Mentor selaku pembina kegiatan akademis.

Aep Saefullah, S.HI., MM selaku Mentor Pejuang Muda Kementrian Sosial RI di provinsi Kalimantan Barat memastikan program tersebut berjalan dengan baik. Aep Saefullah turun ke lapangan di 3 kabupaten yaitu Sanggau, Sekadau dan Kapuas Hulu selama 10 hari mulai dari hari Selasa, 23 November hingga Kamis, 02 Desember 2021.

Menurut Aep, tugas mentor membimbing 24 jam secara online baik melalui platform zoom, google meet atau alat komunikasi HP. Dan kegiatan mentoring lapangan sebagai wujud implementasi penguatan kegiatan mahasiswa peserta Pejuang Muda di lokasi penempatannya.

“ Saya mengucapkan terimakasih kepada Panitia Kementrian Sosial RI dan Kementian Pendidikan dan Kebudayaan RI atas pemberian amanah sebagai Mentor. Selama 1o hari di lapangan, saya memastikan penerapan program pejuang muda dengan mellihat, merasakan langsung apa yang pejuang muda lakukan. “ Ucap Aep Saefullah dalam sambungan telpon kepada awak media ini (Kamis, 14/12/2021)

Selama di lapangan, Mentor Eksternal yang juga Dosen STIE Ganesha Jakarta melakukan rangkaian kegiatan antara lain rapat Evaluasi, Koordinasi dan supervisi dengan Pejuang Muda di 3 kabupaten binaan. Silaturahmi dengan Kepala Dinas Sosial, Korkab PKH setempat bahkan ikut turun mendampingi ke lokasi verval DTKS. Selain itu menyempatkan mengikuti evaluasi dengan Tim PKK, Dinas Kesehatan, Bank Kalbar Kab Sanggau mengenai proyek sosial Stunting.

Dalam kegiatan mentoring lokasi, Mentor Aep Saefullah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Koordinator PKH Kabupaten setempat terkait teknis verifikasi dan validasi yang sedang dilakukan oleh Pejuang Muda. Aep menyoroti berbagai kendala yang terjadi dilapangan seperti aplikasi SAGIS yang sering tidak stabil mengakibatkan telatnya input data dilapangan. Selain itu, Aep menemukan para pejuang muda masih ada yang mengikuti perkulihan atau UAS di kampus masing-masing, para pejuang muda khawatir mengenai konversi 20 sks tidak bisa didapatkan.

“ Selaku Mentor, saya banyak memberikan arahan kepada Pejuang Muda untuk pengisian logbook harian, masukan dan saran proposal team based project yang sedang dan akan dilakukan serta memberikan motivasi dan semangat untuk selalu menjaga stamina, kesehatan dan menjaga pola makan dan minum selama bertugas di lapangan” Tambah Aep Saefullah. (sf/dd)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian