Soal Sikapnya Terhadap Pelatih Biliar Sumut, Edy Rahmayadi: Itu Jewer Sayang
MEDAN — LIPUTAN68.COM — Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku tindakannya yang menarik telinga seorang pelatih biliar, Akhiruddin Aritonang atau Coki, Senin (27/12) merupakan bentuk sayang.
Hal itu disampaikan Edy disela-sela konferensi pers bersama Menteri ATR/BPN RI, Sofyan Djalil di Aula Tengku Rizal Nurdin.
“Jewer sayang,” ucap Edy singkat, Selasa (28/12/2021).
Sebelumnya Gubernur Edy Rahmayadi yang tengah pidato memberikan motivasi dan semangat kepada atlet Sumut peraih medali PON XX Papua, tiba-tiba menunjuk seorang pria dan memintanya untuk ke depan.
Tindakan itu dilakukan, lantaran Edy melihat pria tersebut tertidur saat ia berbicara dihadapan para atlet, pelatih dan pengurus KONI.
“Kamu kenapa tidak tepuk tangan? Kamu dari cabang olahraga apa? Berdiri yang tegak. Sontoloyo,” katanya dalam acara Pemberian Tali Asih Atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan.
Setelah ditanyai, diketahui pria tersebut merupakan seorang pelatih dari cabang olahraga biliar.
“Pak John (Ketua KONI Sumut), biliar kita dapat emas? Kamu silakan keluar. Sumut butuh orang-orang yang benar-benar siap. Saya minta itu jangan dipakai lagi,” ucap mantan Pangkostrad itu.
Edy menyatakan, Sumut saat ini hanya membutuhkan orang-orang yang siap berjuang demi memberikan prestasi yang terbaik.
Terlebih pada PON 2024 Sumut akan menjadi salah satu tuan rumah di even olahraga tingkat nasional empat tahunan tersebut.
“Saya terpaksa berlakukan tegas. Apalagi dia seorang pelatih,” ujarnya. (LM-02)
TEKS FOTO
MOTIVASI: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat memberikan motivasi kepada para atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus KONI Sumut dalam acara Pemberian Tali Asih Bagi Atlet Berprestasi pada PON XX Papua, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (27/12/2021). DISKOMINFO SUMUT

Tinggalkan Balasan