Liputan BISNIS

Orang Mudik Ke Jawa Tengah Tahun Ini 21,3 Juta Prediksi Kemenhub

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 Maret 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com, Jakarta | Pemerintah akhirnya mengizinkan masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memprediksi destinasi mudik terbanyak pada Tahun 2022 adalah Jawa Tengah.

Hal itu berdasarkan survei potensi pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2022 yang dilakukan 9-21 Maret, setelah persyaratan perjalanan dengan tes antigen/PCR dihapuskan.

Hasil penelitian ini memberikan data selain Jawa Tengah. Potensi migrasi masyarakat terbesar berikutnya “Dari hasil penelitian Badan Litbang Perhubungan, daerah tujuan terbesar yaitu ke Jawa Tengah sebesar 26,8% atau 21,3 juta orang yang akan datang dari berbagai provinsi terutama dari Jawa Timur dan Jabodetabek,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi. Pernyataan resmi, Minggu (27 Maret 2022).

Budi mengimbau semua pihak yang terlibat dalam Angkutan Lebaran tahun ini untuk memaksimalkan kinerjanya.  “Kita tidak ingin banyak masyarakat yang mau pulang dan terhambat. Tidak bisa kita dengan persiapan biasa, harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Jawa Tengah sendiri memiliki beberapa poin yang perlu diperhatikan selama angkutan Lebaran 2022. Yakni, Tawangmangu, Semarang, Ungaran, Baturraden, Wonosobo, Temanggung, Slawi,
dan Kebumen. Pasalnya sejumlah kawasan tersebut rawan kecelakaan maupun
longsor.

Dia menjelaskan, puncak arus balik yang terjadi diperkirakan 28 April, dan kemungkinan perjalanan diperkirakan 30 April, tetapi puncak arus balik diperkirakan 8 Mei.

Setelah penghapusan pengujian antigen / PCR, kemungkinan menggunakan mode transportasi kembali sedikit bergeser. Angkutan pribadi paling banyak digunakan, namun dibandingkan hasil survei sebelumnya, tercatat pesawat lebih banyak digunakan daripada kereta api.

Kendaraan pribadi merupakan mayoritas transportasi prioritas publik, diperkirakan mencapai 21 juta (26%) dan sepeda motor sebesar 14 juta (18%). Disusul bus dengan 12 juta orang (16%) dan pesawat dengan 9 juta orang (12%).

Ada potensi penumpukan masyarakat di bahu jalan, dan Kementerian Perhubungan menerapkan dua opsi untuk mencegah penumpukan ini. Artinya, membatasi jumlah waktu kendaraan berhenti di rest area atau menggunakan rest area kota.

“Tempat Peristirahatan perkotaan yaitu dengan menuju exit tol dan keluar ke kota terdekat. Setelah istirahat, atau membeli oleh-oleh dan makanan, masyarakat bisa masuk kembali ke tol. Istilah rest area perkotaan pertama kali disebutkan oleh Bapak Menteri Perhubungan. Masyarakat dapat diarahkan untuk keluar ke kota terdekat sehingga dapat menggerakkan UMKM. Ini adalah strategi yang tidak hanya berpedoman pada keselamatan namun juga meningkatkan pendapatan UMKM,”  tutup Budi.

Selain itu, pembatasan angkutan angkutan barang masih dalam pembahasan. Kemudian dibatasi, menurut Budi, adalah gmobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, kereta tempelan, dan kereta
gandengan.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian