Liputan BERITA

Antisipasi Banjir Rob Tim Monitoring di Siapkan BPBD Gresik

Ditulis oleh Liputan68 pada 24 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com, Gresik | Tim Monitoring di Siapkan BPBD Gresik antisipasi banjir rob pesisir Jatim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, telah membentuk tim pemantau untuk memantau potensi banjir rob di wilayah tersebut setelah BMKG merilis informasi potensi bencana rob di wilayah tersebut berbagai wilayah pesisir.

Kepala Bidang Kedaruratan FX BPBD Kabupaten Gresik Driatmiko Herlambang di Gresik Selasa mengatakan, kemungkinan banjir rob di Gresik biasanya terjadi di Jalan KH Kholil, Kelurahan Lumpur, Kota Gresik.

BACA JUGABupati Pakpak Bharat Hadiri Rakernas APKASI XIV

“Kami masih menunggu BMKG mempublikasikan Informasi tersebut. Biasanya satu atau dua anggota tim kami datang ke TKP,” kata Miko, panggilan akrabnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi banjir rob dan rob dapat berlanjut ke sebagian Jawa Barat Laut, Jawa Tengah, dan Jawa Timur hingga 25 Mei 2022.

BACA JUGAWakapolres Pacitan Ajak Media Massa Sampaikan Berita Yang Obyektif dan Menyejukkan Menuju Tata Kelola Pemilu Yang Berkualitas

Kepala Pusat Meteorologi Kelautan BMKG, Eko Prasetyo mengatakan telah menerima informasi secara tertulis sejak 13 Mei 2022, BMKG telah merilis informasi kemungkinan banjir pesisir di berbagai wilayah Indonesia seiring dengan fase bulan. Situasi penuh dan perigee (jarak terdekat Bulan dari Bumi).

Kondisi banjir pantai tersebut terjadi di Pantai Tegal, Wonokerto Pekalongan, Pantai Sari Pekalongan, Pantai Batang, Pantai Tawang Kendal.

BACA JUGAKetua Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia Daerah Riau Audiensi Dengan Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang

Kondisi serupa juga terjadi di sepanjang pesisir pantai utara jawa tengah dan jawa timur.

Selain faktor hujan di berbagai daerah, kata dia, tingginya gelombang di Laut Jawa mencapai 1,25 dan 2,5 meter, juga berdampak pada peningkatan banjir rob di wilayah tersebut.

BACA JUGAJelang Lebaran, Penyedia Jasa Skala Kecil Di Pacitan Harus Kencangkan Ikat Pinggang. Kenapa?

“Ketinggian air pantai bervariasi menurut wilayah. Namun kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat di sekitar pelabuhan dan pantai pada umumnya. seperti: Kegiatan bongkar muat di pelabuhan, kegiatan di permukiman pesisir, serta kegiatan budidaya garam dan penangkapan ikan di pedalaman,” ujarnya.

Disesuaikan untuk mengantisipasi dampak banjir pesisir dan memperhatikan update informasi cuaca laut BMKG.

BACA JUGAAji-Gagarin, Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Jalan

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian