5 Faktor Penentu Kemenangan Timnas Indonesia U-19 Atas Ghana
Prancis – Liputan68.com – Timnas Indonesia U-19 menorehkan kemenangan bersejarah atas Ghana di turnamen Toulon Cup 2022. Berikut lima kunci kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas skuad The Black Satellite.
Gol semata wayang Raka Cahyana membuat Timnas Indonesia U-19 bersorak girang usai laga melawan Ghana. Daya juang Raka ketika berebut bola dengan kiper Vincent Anane berbuah manis.
Tak hanya Raka yang pantas mendapat apresiasi. Pemain-pemain lain pun layak menerima aplaus karena tampil baik selama 90 menit.
Kiper Cahya Supriadi
Kiper asal Persija Jakarta ini tampil brilian ketika menghadapi Ghana, sama seperti saat mempertontonkan kebolehan menjaga gawang saat bertemu Venezuela.
Dalam laga melawan Ghana, kepiawaian Cahya berakhir jauh lebih indah ketimbang tiga hari sebelumnya saatkalah dari tim junior La Vinotinto.
Cahya berulang kali membendung serangan Ghana yang tampil menekan sejak awal laga. Refleks, penempatan posisi, keberanian, dan reaksi Cahya di bawah mistar menunjukkan pemain 19 tahun ini bisa menjadi andalan Indonesia di masa depan.
Pertahanan Solid
Bek-bek Timnas Indonesia U-19 mendapat gedoran keras berulang kali dari Ghana. Sempat keder di menit-menit awal, Muhammad Ferrari dan kawan-kawan perlahan mulai percaya diri dan bisa mematahkan serangan lawan.
Tak hanya pemain-pemain belakang yang punya peranan dalam bertahan, gelandang-gelandang skuad Garuda Nusantara juga memiliki andil dalam menghentikan serangan lawan.
Salah satu hal yang patut mendapat apresiasi adalah kemampuan pemain-pemain Timnas Indonesia U-19 dalam melakukan blok atas tendangan lawan sehingga bola tidak menuju gawang.
Tanda Tanya Finishing Ghana
Pemain-pemain Ghana menunjukkan skill yang mumpuni sejak wasit meniup peluit kick off. Bahkan anak asuh Dzenan Radoncic pun terlihat kewalahan ketika lawan melakukan penguasaan bola dan screening.
Dari kualitas permainan tiap individu yang menunjukkan mereka tidak ‘polos’ lagi dalam bermain, Ghana pun bisa membangun serangan.
Masalah tim asuhan Abdul Karim Zito muncul di sepertiga akhir lapangan. Kendati berulang kali menembus kotak penalti Timnas Indonesia U-19, Ghana tidak bisa melepas finishing yang baik.
Setelah tertinggal 0-1 penyelesaian akhir pemain-pemain Ghana malah semakin ngawur. Bola-bola yang disepak Emmanuel Annor dan kawan-kawan lebih banyak menjauh dari gawang Cahya.
Berani Duel
Pemain-pemain Timnas Indonesia U-19 memperlihatkan keberanian berduel dengan lawan yang memiliki postur lebih tinggi dan besar di berbagai lini.
Duel tak hanya terjadi ketika bola berada di kaki lawan, ketika menguasai si kulit bundar pun para pemain terlihat memiliki nyali.
Terlihat kewalahan beberapa kali, Hokky Caraka cs tetap berusaha tak kenal menyerah. Bahkan gol Raka pun tak lepas dari keberanian beradu dengan lawan.
Pemanfaatan Peluang
Timnas Indonesia U-19 lebih sering didesak selama 90 menit, namun kemampuan memaksimalkan momen langka jadi penentu kesuksesan tim.
Skuad yang dipersiapkan Shin Tae Yong sejak beberapa waktu lalu ini sebenarnya memiliki peluang, seperti saat melawan Venezuela, namun baru kali ini kans bisa dituntaskan dan berbuah gol.(SS)

Tinggalkan Balasan