Liputan BERITA

Pemerintah Akhirnya Batalkan Wacana Tarif Naik ke Atas Candi Borobudur

Ditulis oleh Liputan68 pada 14 Juni 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Jakarta – Liputan68.com – Presiden Joko Widodo memutuskan membatalkan wacana tarif naik ke atas Candi Borobudur sebesar Rp 750 ribu untuk turis lokal dan USD 100 untuk turis asing.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno berharap kebijakan pembatalan kenaikan tarif naik ke atas Candi Borobudur sebesar Rp 750 ribu untuk turis lokal dan USD 100 untuk turis asing dapat membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

“Sesuai dengan banyak permintaan rekan media dan para pemerhati terkait Ratas yang baru saja kita rampungkan bersama Presiden, Menko, dan para Menteri, maka dapat kami sampaikan bahwa Keputusan Presiden adalah membatalkan rencana kenaikan dari tarif untuk menaiki bangunan Candi Borobudur menuju stupa,” ujar Sandiaga Uno memaparkan hasil rapat terbatas, Selasa (14/06/2022).

Ia menyebutkan Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pelestarian cagar budaya Candi Borobudur merupakan prioritas utama dan juga beriringan berjalan bersama dengan Pemulihan Ekonomi khususnya pemberdayaan masyarakat ekonomi bawah atau UMKM di sekitar Borobudur.

“Dan saat ini ekonomi masyarakat yang masih dalam taraf pemulihan, kita turut berempati, kita turut memastikan bahwa Borobudur ini menjadi satu icon kebudayaan pariwisata sebuah situs kelas dunia, dan ini tentunya harus memiliki wajah baru, harus terintegrasi, dan disiapkan pengelolaannya, manajemen nya baik dari infrastruktur maupun SDM nya,” kata Sandiaga Uno.

Dan kawasan yang terintegrasi ini tentunya kata Sandiaga Uno harus berpihak kepada pariwisata yang berkualitas berbasis komunitas masyarakat, pariwisata yang berkelanjutan, dan juga pariwisata hijau (green tourism).

“Bapak Presiden menyampaikan juga bahwa kaidah kelestarian ini harus diutamakan sehingga nanti setelah kita mendapatkan masukan dari para ahli dari para arkeolog, ahli konservasi, maka jumlah wisatawan yang dibatasi untuk menaiki bangunan dari Candi Borobudur ini tentunya meliputi tiga hal, yaitu wisata edukasi, wisata penelitian, wisata konservasi atau spiritual, dan juga untuk tamu-tamu negara,” jelas Sandiaga Uno.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian