Upacara Ceprotan, Budaya Tradisi Desa Sekar Untuk Usir Pagebluk
PACITAN – setelah dua tahun vakum karena pandemi covid -19. Kini upacara adat ceprotan kembali digelar dengan marak
Ceprotan merupakan khazanah kebudayaan asal Desa Sekar, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang unik dan memiliki beberapa fakta menarik.
Adapun Ceprotan yang dilaksanakan setiap tahun sekali itu untuk mengenang Dewi Sekartaji dan Panji Asmorobangun yang diyakini masyarakat sekitar sebagai pendiri Desa Sekar.
tradisi Ceprotan, terdapat ritual saling lempar kelapa muda antar dua kelompok warga, yakni Dusun Krajan Lor dan Krajan Kidul. Aktivitas ini paling dinanti masyarakat terus dilaksanakan hingga sekarang.
Tradisi Ceprotan dilakukan setahun sekali, yakni Senin Kliwon di bulan Dzulqo’dah atau Longkang. Artinya dilakukan di hari dan bulan yang longgar tidak ada orang hajatan.
” allhamdulillah, dengan adanya upacara ceprotan ini semua Pagebluk seperti pandemi covid -19 yang terjadi di kabupaten pacitan umumnya dan desa Sekar khusnya bisa segera pergi.sehat selamet.semua.” kata bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat membuka acara ceprotan. Senin (13 Juni 2022).
Sementara itu, juru Kunci Desa Sekar, Marsongko (63) menceritakan, bahwa Ceprotan merupakan tradisi turun-temurun dari Nenek- Moyang. Keberadaannya melekat pada kehidupan masyarakat setempat sejak ribuan tahun lalu.
” ceprotan Kalau tidak dilakukan, dampaknya sangat buruk yakni pagebluk bagi warga Desa Sekar, pagi sakit, sore meninggal. Bisa pulih tapi ada syaratnya, yakni menyerahkan tumbal 4 ekor kambing kendit ditaruh di 4 sisi pojok desa. Dan dua tahun kemarin karena kondisi kami hanya lakukan upacara ceprotan terbatas sekedar memenuhi syarat.” Katanya pada pewarta.
Hal senada disampaikan oleh ketua dewan kesenian Pacitan, Khoirul Amin. Menurutnya upacara ceprotan adalah salah satu simbol budaya yang ada di kabupaten Pacitan.
“Para pendahulu sudah meletakkan batu pondasi yang kokoh. Sehingga, sebagai penerusnya memang selayaknya dilakukan tiap tahun. Selain sebagai ritual resmi. Ceprotan juga sebagai salah satu khasanah yang dapat melahirkan rasa kangen Pacitan. Menjadikan agenda kunjungan wisata nasional.” Pungkas Irul, sapaan akrab ketua dewan kesenian Pacitan. (Yul)

Tinggalkan Balasan