Liputan BERITA

Bangun Gedung Sekolah Di Kebo Iwa, Keselamatan Pekerja Terancam Bahaya

Ditulis oleh Liputan68 pada 15 November 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

LIPUTAN68.COM, Denpasar – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Daerah Kota Denpasar untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat di bidang pendidikan. Salah satunya dengan merenovasi dan mendirikan bangunan gedung sekolah.

Salah satunya dengan mendirikan bangunan sekolah SMP Negeri 15 Denpasar di Jalan Kebo Iwa, Gg. Batu Sunia, Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Anindyaguna yang berkantor di Jalan Sekar Sari, Gang XI No 9A, Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar yang dimenangkan melalui proses lelang (tender).

Proyek tersebut di danai dari APBD Kota Denpasar tahun anggaran 2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp 15.824.817.594,81, dengan waktu pengerjaan selama 210 hari kalender.

Disayangkan, dalam proses pengerjaannya pihak rekanan tidak menghiraukan keselamatan para pekerjanya. Terlebih proyek kontruksi tersebut merupakan pekerjaan dengan tingkat resiko cukup tinggi dan dapat mengancam keselamatan para pekerjanya.

Dari pantuan tim liputan68.com saat mengunjungi lokasi pembangunan proyek pada Selasa (15/11/2022) terlihat seluruh pekerja yang sedang melakukan aktifitas proyek tidak ada yang menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai dengan standar K3 (keselamatan, kesehatan, dan keamanan).

Selain sudah tercantum dalam undang – undang, penggunaan standar K3 seperti helm proyek, masker, rompi proyek dan alat pelindung diri lainnya juga sangat diperlukan guna meminimalisir adanya kecelakaan dalam bekerja.

Namun hal tersebut justru sangat di abaikan oleh pihak pelaksana proyek, yang dalam pelaksanaannya di lapangan oleh pelaksana pengawas lapangan hanya dibiarkan tanpa adanya teguran dan perintah penggunaan APD tersebut.

Juga, pekerja yang mengerjakan kontruksi di bagian atap bangunan terlihat melakukan pengerjaan tanpa di lengkapi alat pelindung diri serta tanpa tali pengaman. Dimana bangunan gedung tersebut merupakan bangunan berlantai tiga dengan ketinggian yang cukup membahayakan. (Red)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian