Tembakau Deli Merupakan Warisan Budaya di Sumut Dapatkah Berjaya Kembali
SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Ketua Komite Seni Budaya Nasional (KSBN) Sumatera Utara (Sumut) yang juga Penulis Buku Van Sumatera (OVS) serta mantan Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman pada awak media mengatakan : ” Apakah Tembakau Deli Sebagai Culture Heritage dan Dapatkah Jaya Kembali ” katanya. Selasa (20/12/2022) Malam.
Sembari memaparkan : ” Bahwa pada minggu lalu saya mengunjungi Kota Jember di Jawa Timur, bersama Hajjah Marliah Soekirman dan Anggota DPRD Sumut Fraksi NasDem Dimas Tri Adji S.I.Kom. mereka singgah dan melihat Museum Tembakau di wilayah Jawa Timur tersebut dan setelah tahu bahwa bahan asal Tembakau tersebut berasal dari Sumut, Beliau juga mengatakan akarnya di Sumut, Buahnya di Jawa Timur.
Dan mendengar tentang cerita Tembakau serta kejayaan nya tapi bukan kejayaan masa lalu dan bukan Nostalgia pada Zaman Belanda akan tetapi Realitas masa kini ” sebut Soekirman.
Lanjutnya, Tembakau di Jember, Hulu dan Hilir yang menggerakkan perekonomian Daerah dan pada Museum tersebut di jaga oleh seorang petugas yang bernama Pak Susanto, Tembakau Jember secara khusus bertutur Literasi, apa lagi mereka menanam di ladang Tembakau dan Kebun Tembakau di atas lahan seluas 30.000 Ha, dan jika kita bandingkan dengan Sumut yang mempunyai luas ladang Tembakau sekitar 304 Ha dan menurut catatan hanya tinggal 4 Ha yang ditanami.
Di Jember Tembakau bukan hanya untuk bahan Rokok/Cerutu akan tetapi ada hilir yang lain yang terus diteliti, ada bahan dasar Parfume, Pestisida Nabati, pewarna Batik dan lainnya, juga hubungan Museum Tembakau, Agronomis serta Ilmuwan di Universitas Negeri Jember (UNEJ) berkembang pesat. Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Pengusaha/Masyarakat (Triple Helik) juga sangat berkembang.
Soekirman pun menyebutkan bahwa jejak kemajuan Tembakau Jember juga terlihat ada Bangsal (Atag) pengering tembakau di Daerah Tanggul, dan Bangsal Sari, Pusat penjualan Cerutu serta Ekspor di Mangli juga Museum Tembakau ini berada di Jalan Kalimantan No. 1 Kraken Sumbersari tidak jauh dari Universitas Jember.
Di Medan kita hanya melihat Daun Tembakau untuk di Ekspor, Pengusaha Lokal hampir tidak dilibatkan, akan tetapi di Jember, Pengusaha Rokok/Cerutu Swasta sangat berkembang seperti PT Boss Image Nusantara (BIN) yang menjual Tembakau Jember ke Negara Raja Cerutu Dunia yaitu Cuba dan Amerika Serikat, ada juga Mangle Djaya Raya (MDR), Kopkar Kartanegara, Dwipa Nusantara Tobaco, serta para pengrajin, UKM Rokok Kretek Rumahan, Pabrikan se Jawa Timur. Satu diantara pengusaha yang menggerakkan Ekonomi Daun Tembakau, saat saya adakan kunjungan di Jember, kehebatan Tembakau Jember Jawa Timur tersebut berasal dari Tanah Deli Sumut, mereka menyebutkan jenis Tembakau H38 asal Deli Sumut, ungkap Ketua KSBN Sumut.
Beliau juga mengatakan : ” Benih Tembakau Deli Sumut berkembang di Jember, tapi di Sumut hanya tinggal nama, dan pengusaha Cerutu di Jember berkembang, mengapa di Medan tidak terdengar, kalau Ilmuwan, Doktor dan Profesor di UNEJ masih terus meneliti Tembakau, kenapa di USU ahli Tembakau habis ditelan masa “, pungkas mantan Bupati Sergai.
Sumut yang dikenal punya Hamparan tanah Alluvial mulai dari Sungai Wampu (Langkat) hingga Sungai Ular (Deli Serdang) yang luasnya Ratusan Ribu Ha kini telah hilang martabatnya.
Lahan Tembakau adalah tanah harapan, tanah surga, penyerap banyak lapangan kerja kini hanya nama dan tinggal kenangan, untung ada Musium Perkebunan (Musperlin) yang berada di Kampung Baru Medan.
Ibu Sri Hartini petugas yang setia memperdayakan Musperlin yang selalu tetap semangat dan kreatif memperbesar Resonansi kejayaan masa lalu Komoditi Perkebunan dan ada juga Group WhatsApp (WA) Forum Diskusi Perkebunan dan Deli Heritage Society juga Deli Art Community yang selalu mendiskusikan dan membangun Literasi dan Budaya Perkebunan di Sumatera Utara, akan tetapi masih ada pihak yang berusaha melawan lupa pada Tembakau Deli serta lupa pada kejayaan Perkebunan.
Disini jelas bahwa Tembakau Deli adalah Culture Heritage (Warisan Budaya) dan Mantan Bupati Sergai juga mengatakan ” Dapatkah Sumatera Utara seperti Jember Jawa Timur “, ini tidak mudah nya, ungkap Soekirman.
Sembari meyakini bahwa masalahnya cukup kompleks, bukan hanya masalah tehnis Agronomis akan tetapi lebih luas dari itu yaitu masalah Yuridis, Psikologi serta Sosiologis dan Ekonomis. Kalau di Jember Tembakau Deli tumbuh subur, pasti di Deli bisa di Revitalisasi.
Planter Jember mengakui bahwa Tembakau H38 belum mampu menyaingi pohon aslinya di Deli, tapi itupun kualitas Cerutu telah harum dan diakui dunia serta menghasilkan Devisa untuk Negara.
Soekirman juga bilang : ” Budaya Perkebunan di Era Digital, Era Milenial, Era IOT dan Tekhnologi 4.0 bisa kembali bangkit, kekayaan Exotic dan Endemik Komoditi Perkebunan di Sumatera Utara tidak kalah dengan Daerah lain, tutup Soekirman.
(Dipa)

Tinggalkan Balasan