Liputan BERITA

Hadi Subowo Nilai Wacana Pilkada Lewat DPRD Lebih Selaras dengan Demokrasi Pancasila

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 Januari 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.comWacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang disampaikan Bendahara DPD Partai Gerindra Pacitan, Sediono atau Gus Dion, mendapat tanggapan positif dari tokoh masyarakat Pacitan, Hadi Subowo.

Hadi Subowo, yang juga pernah mengabdi sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan, menilai pandangan tersebut sebagai sebuah pemikiran yang bijak dan patut dikaji secara mendalam dalam konteks penguatan demokrasi nasional.

Menurutnya, sistem demokrasi Indonesia memiliki fondasi yang jelas, yakni Pancasila, yang harus menjadi rujukan utama dalam setiap perumusan kebijakan politik. “Azas demokrasi kita adalah Pancasila, dan itu sudah final. Karena itu, setiap mekanisme demokrasi semestinya berangkat dari nilai-nilai tersebut,” ujar Hadi Subowo, Ahad (18/1/2026).

Mantan dosen STIFA Alfatah Pacitan itu menjelaskan bahwa pengalaman sejarah menunjukkan pentingnya stabilitas dan keberlanjutan dalam tata kelola pemerintahan. Ia menilai, pada masa lalu, prinsip kemanfaatan dan kesinambungan menjadi bagian dari praktik demokrasi yang mampu menjaga ketenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Lebih lanjut, Hadi Subowo mengajak publik untuk melihat wacana Pilkada melalui DPRD secara objektif dan proporsional, tanpa terjebak pada stigma masa lalu. Menurutnya, dinamika demokrasi yang terlalu liberal dan fragmentatif justru berpotensi menimbulkan ketegangan sosial dan politik.

Terkait isu efisiensi anggaran, ia menilai hal tersebut bukanlah pokok persoalan utama. Yang lebih penting, kata dia, adalah penegakan regulasi dan etika politik agar demokrasi dapat berjalan secara sehat dan bertanggung jawab.

“Intinya bukan soal penghematan anggaran, melainkan bagaimana aturan dijalankan dengan konsisten sehingga demokrasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Perdebatan mengenai mekanisme Pilkada sejatinya merupakan bagian dari upaya bersama untuk terus menyempurnakan demokrasi Indonesia agar tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila dan kepentingan bangsa.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian