Liputan BERITA

Mantan Birokrat Maju Caleg, Harus Bersiap “Telan Pil Pahit”. Ibarat Pil KB, Lali Dadi, Nek Dadi Lali Karo Seng Milih?

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Mei 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Mungkin ini sebuah mitos ataukah fakta politik yang terjadi khususnya di Jawa, apabila mantan birokrat cukup sulit untuk bisa meraih jabatan publik melalui proses pemilihan.

Salah seorang pengamat politik lokal di Pacitan, Hadi Subowo berpendapat seorang mantan birokrat sangat minim dukungannya di akar rumput. “Dukungan akar rumputnya masih minim, karena dulunya bukan orang lapangan dan tipikologi personnya, selalu minta dihormati,” kata Hadi Subowo memberi pendapat berkaitan dengan banyaknya mantan birokrat yang detik ini maju sebagai calon anggota legislatif, Selasa (16-05-2023).

Bowo, purna bakti ASN ini akrab disapa mengatakan, banyak contoh yang sudah terjadi ketika seorang mantan birokrat maju sebagai calon anggota legislatif, ujung-ujungnya mereka harus rela “menelan pil pahit”.

“Saya.pernah disuruh mendukung caleg dari mantan birokrat. Dan saya jalankan dengan melakukan kajian lapangan dibeberapa sampling desa,,ternyata hasilnya nol,” ungkap dia.

Lebih lanjut Bowo menjelaskan, kenapa mantan birokrat tak laku dijual, hal tersebut lebih disebabkan gengsi politik atau jaga image (jaim) , yang terus terajut seperti ketika mereka masih menduduki jabatan.

Terkecuali di rezimnya Indartato lalu. Ia berhasil meraih kursi bupati, dikarenakan sikap andap asornya yang terbangun sejak menjadi ASN hingga menduduki jabatan, namun tak membuat Indartato gila hormat.

Ini yang menjadi magnet politik sangat kuat sehingga berhasil terpilih dalam jabatan politik sebagai bupati selama dua periode.

“Saya prediksi pemilu kali ini sama, yang dirangkul hanya dedengkotnya gak bakalan ngaruh. Apabila tanpa akar rumput nonsense Kecuali dengan sistim tertutup.

Selain itu, terkadang hal ini beda dengan visi dan misinya, kalau butuh aruh yen wis ra butuh emboh ra weruh, ada lagi anekdot seperti ibarat KB yen lali dadi, ananging yen dadi biasane lali karo sing milih. Pendekatan struktural hora efektif blas,” tukasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian