Liputan BERITA

Nilai-Nilai Pancasila Mulai Luntur, Sulit Ditemui Lagi Kediaman Pribadi Memasang Gambar Kepala Negara Dan Garuda Pancasila. Ini Penjelasan Pimpinan Komisi I DPRD Pacitan Arif Setia Budi

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 Mei 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Era globalisasi yang tengah berlangsung saat ini, memang berpotensi memengaruhi aspek kehidupan bangsa.

Terlebih dengan masuknya budaya Barat, dan bertumbuh kembang di negara yang berdasarkan Pancasila ini. Kemajuan teknologi dengan munculnya beragam gadget dan benaman fitur-fitur cukup canggih juga menjadi pemicu perubahan terhadap keadaban suatu bangsa.

Pimpinan Komisi I DPRD Pacitan, Arif Setia Budi memandang, terkontaminasinya suatu bangsa oleh budaya luar, memang cukup menghawatirkan terhadap budaya kearifan lokal yang telah terpupuk sejak lama.

Apalagi bangsa Indonesia yang sejak berabad-abad lamanya telah meletakkan kerangka budaya yang dilandasi semangat Pancasila. Hal tersebut sebagaimana di serukan oleh para pendiri bangsa.

“Akan tetapi seiring kemajuan zaman, semagat Pancasila itu saya nilai mulai melemah, bahkan terancam luntur.

Khususnya generasi milenial yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa. Mereka perlahan mulai meninggalkan dan menganggap budaya lokal sebagai hal yang buruk, kalaupun budaya lokal itu sendiri berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sudah dianggap sebagai hal yang ketinggalan zaman,” kata politikus Partai Demokrat yang akrab disapa ASB ini, Sabtu (27/5).

Untuk itulah, lanjut Sekretaris DPC Partai Demokrat Pacitan ini, nilai-nilai Pancasila yang termaktub dalam 36 butir-butir pengamalan Pancasila, agar bisa dihidupkan lagi, seiring telah berubahnya nilai-nilai Pancasila.

“Kami Komisi I DPRD Pacitan tengah mengusulkan Raperda inisiasi yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan. Harapan kami, setelah payung hukum tersebut disetujui dan dilaksanakan, tentu semangat Pancasila diharapkan bakal kembali bergelora,” jelasnya.

ASB sangat khawatir, fenomena lunturnya nilai-nilai Pancasila dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, berangsur-angsur semakin masif dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sikap individualisme lebih menonjol dibandingkan saat berhadapan dengan orang lain ataupun bersosialisasi. “Kami akan mengaplikasikan kembali nilai yang ada dalam Pancasila kepada generasi milenial saat ini.

Kita tau sekarang ini secara simbolik sudah sangat jarang, bahkan sulit ditemui lagi di kediaman pribadi, terpasang gambar kepala negara dan wakilnya serta ditengahnya ada simbol Garuda Pancasila. Nah, ini yang harus digalakkan lagi,” pungkas ASB. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian