Harga Telur Stabil Tinggi, Inflasi Daerah Terus Melaju. Ini Catatan Kabag Perekonomian Setkab Pacitan Sugeng Santoso
Pacitan- Harga telur di Kabupaten Pacitan, masih menampakkan trend kenaikan. Harga lauk pauk tinggi protein tersebut masih bertengger di kisaran Rp 30 ribuan lebih per kilogram (kg).
Selain telur, juga harga bawang merah yang sampai detik ini masih tertahan dikisaran RP 35 ribu sampai RP 38 ribu per kg. Demikian juga untuk bawang putih, yang masih stabil tinggi di kisaran Rp 32 ribu- Rp 35 ribu per kg.
Melambungnya harga sejumlah komoditi bahan pokok tersebut, berdampak terhadap laju inflasi daerah.
Anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Pacitan, Sugeng Santoso mengatakan, pada minggu ke IV bulan Mei, inflasi sempat mengalami kenaikan sekalipun tidak begitu signifikan.
“Bulan Mei 2023 pada minggu 4, Kabupaten Pacitan mengalami inflasi sebesar 0,824 persen,” kata Sugeng, saat dihubungi, Senin (29/5).
Kabag Perekonomian Setkab Pacitan ini mengungkapkan, salah satu indikator ekonomi dapat dilihat dari Indeks Perkembangan Harga (IPH).
IPH tersebut, sambung Sugeng, digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen untuk 20 komoditas terpilih, khususnya di daerah perkotaan.
Perubahan IPH dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IPH tersebut.
“Perubahan Indeks Perkembangan Harga, bila dilihat menurut provinsi, Kabupaten Pacitan menempati urutan ke 26 di Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.
Kabupaten yang perubahan IPH nya tertinggi di Jawa Timur adalah Kabupaten Ponorogo yaitu sebesar 3,321 persen, sementara yang terendah adalah Kabupaten Lumajang yaitu sebesar -0,678 persen.
Sementara bila dilihat secara nasional Kabupaten Pacitan masuk urutan ke 167. Kabupaten yang IPH nya tertinggi adalah Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat yaitu sebesar 6,689 persen dan yang terendah adalah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi yaitu sebesar -5,184 persen.
Pejabat eselon III A ini menegaskan, pada minggu 4 bulan Mei terlihat bahwa komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit dan bawang putih, komoditas yang tidak mengalami perubahan/stabil adalah beras, daging sapi, dan daging ayam.
“Sementara komoditas yang mengalami penurunan adalah minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, dan bawang merah. Bila dibandingkan dengan harga rata-rata bulan April maka komoditas yang mengalami kenaikan adalah telur.
Ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih, komoditas yang mengalami penurunan adalah beras, minyak goreng, daging sapi, dan daging ayam ras,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan