Guna Bahas Beberapa Isu-Isu Penting, Bupati Pakpak Bharat Buka Rakor Forkopimda

PAKPAK BHARAT – LIPUTAN68.COM – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor membuka Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Pakpak Bharat di Ruang Rapat Garuda, Kompleks Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Rapat Koordinasi ini dilaksanakan guna membahas beberapa isu-isu penting seputar Pembangunan Daerah Pakpak Bharat, dihadiri seluruh Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan banyk tamu undangan lainnya.

Dalam pertemuan kali ini, Pemerintah mengajak seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah untuk duduk bersama melihat, menelaah serta mengkaji berbagai bentuk laporan dari tim kewaspadaan dini Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat yang terdiri dari Komunitas Intelijen Daerah yang dituangkan dalam situasi real dilapangan terkait dengan isu-isu yang berkembang sehingga menjadi sebuah agenda pembahasan pada rapat ini.

Dalam rapat ini, saya ingin mengajak kita semua untuk membahas serta memetakan berbagai bentuk potensi permasalahan yang terjadi, serta duduk bersama untuk menyamakan persepsi dalam mengambil berbagai keputusan-keputusan yang bersifat strategis serta terukur demi pembangunan berkelanjutan.

Saya juga mengharapkan teman-teman Forum Komunikasi Pimpinan Daerah memiliki opini serta kajian tersendiri dari sudut pandang serta tupoksi masing-masing untuk dapat disampaikan pada rapat ini, untuk dapat kita kaji dan telaah bersama apakah perlu dilakukan beberapa tindakan aktual agar kekondusifan kamtibmas dapat terjaga di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat, ungkap Bupati saat membuka rapat ini.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Esra Anakampun, S.STP kemudian memaparkan beberapa pokok permasalahan yang dianggap strategis, ancamana gangguan kamtibmas serta berpotensi menghambat jalannya pembangunan, rawan terhadap timbulnya perpecahan dan sebagainya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *