Inovasi Bupati Aji Terkait MPP, Diresmikan Menteri PAN dan RB
Pacitan- Harapan Bupati Pacitan, Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji untuk lebih mempercepat dan mempermudah pelayanan publik, bakal terwujud. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP) oleh MenPAN dan RB Abdullah Azwar yang dipusatkan di Kabupaten Tulungagung, Jatim, Selasa (18/7).
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pacitan, Eny Setyowati, menegaskan dengan keberadaan MPP tersebut diharapkan bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “MPP merupakan motivasi tersendiri yang oleh Pak Bupati diharapkan bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar mantan Kepala Dinas Koperasi ini saat dihubungi.
Menurut Eny, di Jatim baru ada lima Kabupaten/Kota yang telah memiliki sentra pelayanan publik semacam itu, yang pada 18 Juli 2023 telah dirasmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi.
Selain Pacitan, lanjut dia, juga Kabupaten Tulungagung, Malang, Sampang dan Kota Pasuruan. “Sebagaimana harapan Pak Bupati, kedepan MPP yang sudah kita punya nantinya bisa bertaraf nasional. Saat ini sebagian besar masih dilaksanakan secara manual sistem. Kedepan akan dikembangkan ke taraf digital sistem,” jelasnya.
Untuk pelayanan yang sudah berbasiskan digital seperti halnya OSS RBA. “Pak Bupati menekankan agar kedepannya semua pengusaha bisa memiliki nomor induk berusaha (NIB),” tutur Eny.
Lebih lanjut pejabat eselon IIA ini mengungkapkan, dengan adanya NIB maka akan terekam dalam data base, guna mengetahui bidang usaha yang dijalankan.
“Dengan NIB tersebut akan bisa diketahui berapa permodalan yang ada, bidang usahanya. Sehingga akan bisa memberikan warna yang sama dan apa kebutuhan mereka,” sambungnya.
Eny juga menegaskan, seperti arahan Bupati, bahwa mereka yang telah memiliki NIB diharapkan ada standarisasi izin berkelanjutan. Seperti misalnya penggabungan dalam sebuah asosiasi usaha.
Sementara itu sebagai kepanjangan MPP, juga dilaksanakan pelayanan mobil keliling yang saat ini lebih terfokus kepada nelayan. “Mereka yang sudah melek teknologi diharapkan bisa memberikan contoh dan bimbingan kepada mereka yang belum melek teknologi, agar mereka bisa bergabung dalam assosiasi usaha serta memiliki NIB,” tandasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan