Liputan DAERAH

Edi Iswanto: Pupuk Organik Dapat Meningkatkan Hasil Pertanian Para Petani Di Sergai

Ditulis oleh Liputan68 pada 29 Juli 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Para Petani Di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) agar menggunakan Pupuk Organik supaya dapat meningkatkan hasil Pertanian seperti yang dikatakan oleh Edi Iswanto selaku Direktur Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Usaha Rakyat Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Sergai, pada awak Media, Sabtu (29/7/2023) di Kedai Kopi Sehati Jalan Kabupaten Perbaungan.

Edi Iswanto juga merupakan sebagai Trainer Organik di Sergai juga mengatakan : ” ini sudah di buktikan kelompok Tani Bumdes Usaha Rakyat,pada panen padi di Tahun 2022 mengalami peningkatan hasil Panennya dengan menggunakan Pupuk Organik “, katanya.

Beliau juga memaparkan bahwa masyarakat Desa di Sergai umumnya 80 % adalah Petani dan
dan mereka bergantung hidup dari hasil pertanian. Akan tetapi masalah yang dialami para Petani khususnya di Sergai kekurangan Pupuk Bersubsidi dan Kouta Subsidi di kurangi oleh Pemerintah Pusat sehingga para petani sekarang merugi dan hasil panen mereka menurun karena kurangnya Pupuk di lahan pertanian mereka.

Jadi untuk meningkatkan hasil Pertanian tersebut Solusinya adalah harus di bantu dengan penggunaan Pupuk Organik, Apalagi bahan baku organik sangat berlimpah di Desa desa di Sergai. Tapi kenapa ini tidak dimanfaatkan, Sebut Edi Iswanto.

Lanjutnya, untuk mendukung ketahanan pangan Pertanian Padi dari A sampai Z di atur oleh pemerintah dan untuk merubah polanya ke arah Organik di butuhkan peran Pemerintah Daerah
Dinas Pertanian selalu berupaya membatu para Petani dan mengarahkan ke pertanian Organik, dengan cara bantuan gudang Pupuk Organik, Mesin Kompos dan bantuan Pupuk Organik beserta benihnya serta Program Program Pertanian Organik seperti Strategic Irrigation Modernization Un Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang merupakan Modernisasi Irigasi Strategis dan Program Rehabilitasi Mendesak.

Dan ini membuat para petani tidak menjadi mandiri mereka hanya mengharapkan bantuan saja dari Pemerintah, akan tetapi setelah bantuan selesai mereka tidak meneruskan secara mandiri, ini memang sangat sulit merubah Menset para Petani untuk merubah pada Pertanian Organik, ungkap Direktur BumDes Usaha Rakyat.

Jadi para Petani padi selama ini terlalu manja dan terlena karena selalu di bantu oleh pemerintah dengan pengadaan Pupuk Subsidi.
Tapi sekarang ini Pupuk Subsidi berkurang Kuotanya sehingga tidak cukup untuk kebutuhan pupuk untuk tanaman padi.
Serta menuntut kekurangan Pupuk Subsidi ke Pemerintah Daerah sementara kebijakan Pupuk Subsidi di atur oleh Pemerintah Pusat dan
inilah masalah yang sekarang kita hadapi.

Dengan masalah ini kita harus membuat Inovasi Inovasi agar para Petani tergerak dan antusias merubah ke Pertanian Organik agar tercipta Petani Tangguh, Mandiri dan Berinovasi.
Maka dari itu Solusinya kita buatkan Perlombaan Teknologi Pertanian Padi Organik di setiap Desa se- Kabupaten Sergai ini akan merangsang dan akan memancing Antusias para Petani ke pola bertani Organik.

Dengan cara ini akan muncul Petani Petani berprestasi yang akan membantu pertanian padi lebih maju dan terus maju setiap musim padi di Kabupaten Sergai dan dengan cara ini Sabda DAMBAAN nomor 3 akan terlaksana, Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan sehingga terciptanya Program Ketahanan Pangan, tutup Edi Iswanto. (Dipa).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian