Pacitan Terbebas Dari Gunung Api. Ini Penjelasan Mahasiswa Teknis Geologi UGM

Pacitan– Kabupaten Pacitan masuk sebagai daerah rawan bencana (ring of fire) diantara 33 kabupaten/kota lainnya di Jatim.

Meski begitu, kabupaten yang dikenal sebagai tanah kelahiran Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, hampir bisa dipastikan aman dari ledakan gunung berapi.

Hal tersebut dikarenakan, pada 60 juta tahun silam, Pacitan pernah mengalami masa oligosen. Dimana pada masa itu di Pacitan memang didapati beberapa gunung berapi aktif yang luasnya lumayan besar.

Salah seorang mahasiswa teknis geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rizki Failasufi, menerangkan gunung berapi pada jaman purba tersebut diperkirakan berlokasi di seputaran Kecamatan Kebonagung, atau tepatnya di kawasan Desa Karanganyar sampai dengan Desa Karang Nongko.

“Kecamatan Kebonagung sekitarnya, sekira 60 juta tahun silam, merupakan kawasan gunung berapi aktif. Hal itu ditunjukkan adanya morfologi tepi kawah purba pada sisi selatan Kebonagung,” kata Rizki yang tengah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL), saat ditemui awak media, Sabtu (29/7).

Menurut mahasiswa semeter IV tersebut, kenapa di Pacitan dulunya masuk sebagai kawasan gunung berapi aktif? Itu didasarkan adanya temuan bebatuan sebagai penciri gunung api. Misalnya seperti andesit, georit, breksi piroklastik, dan banyaknya batuan yang terpengaruh alterasi hidrotermal.

Lebih lanjut mahasiswa asal Sumbawa ini menuturkan, pada masa tersebut gunung api di Pacitan sempat runtuh, karena dapur magma kosong. Sehingga gunung berapi jatuh dan di daerah tengah ambles. “Makanya ditemukan cekungan besar yang bisa dilihat sampai masa sekarang ini,” terangnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *