Liputan BERITA

Pacitan Terbebas Dari Gunung Api. Ini Penjelasan Mahasiswa Teknis Geologi UGM

Ditulis oleh Liputan68 pada 29 Juli 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan– Kabupaten Pacitan masuk sebagai daerah rawan bencana (ring of fire) diantara 33 kabupaten/kota lainnya di Jatim.

Meski begitu, kabupaten yang dikenal sebagai tanah kelahiran Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, hampir bisa dipastikan aman dari ledakan gunung berapi.

BACA JUGADengar Keluhan Petani, Bupati Dairi Ajak Kadis Pertanian Temui Kios Pengecer Pupuk Subsidi

Hal tersebut dikarenakan, pada 60 juta tahun silam, Pacitan pernah mengalami masa oligosen. Dimana pada masa itu di Pacitan memang didapati beberapa gunung berapi aktif yang luasnya lumayan besar.

Salah seorang mahasiswa teknis geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rizki Failasufi, menerangkan gunung berapi pada jaman purba tersebut diperkirakan berlokasi di seputaran Kecamatan Kebonagung, atau tepatnya di kawasan Desa Karanganyar sampai dengan Desa Karang Nongko.

BACA JUGANasDem Pacitan Buka Mulut Dukung Bacabup Ronny Wahyono. Sudah Sampaikan Berkas Pendaftaran Ke Provinsi dan Pusat

“Kecamatan Kebonagung sekitarnya, sekira 60 juta tahun silam, merupakan kawasan gunung berapi aktif. Hal itu ditunjukkan adanya morfologi tepi kawah purba pada sisi selatan Kebonagung,” kata Rizki yang tengah melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL), saat ditemui awak media, Sabtu (29/7).

Menurut mahasiswa semeter IV tersebut, kenapa di Pacitan dulunya masuk sebagai kawasan gunung berapi aktif? Itu didasarkan adanya temuan bebatuan sebagai penciri gunung api. Misalnya seperti andesit, georit, breksi piroklastik, dan banyaknya batuan yang terpengaruh alterasi hidrotermal.

BACA JUGADukungan untuk Bobby – Aulia Terus Mengalir, Kali Ini Datang Dari The Hindu Center Sumut

Lebih lanjut mahasiswa asal Sumbawa ini menuturkan, pada masa tersebut gunung api di Pacitan sempat runtuh, karena dapur magma kosong. Sehingga gunung berapi jatuh dan di daerah tengah ambles. “Makanya ditemukan cekungan besar yang bisa dilihat sampai masa sekarang ini,” terangnya.

Setelah terjadi reruntuhan gunung berapi, kata Rizki, diperkirakan Pacitan kembali terendam jadi lautan. Sehingga tak heran bila saat itu ditemukan batu gamping yang menumpang di atas batuan vulkanik.

BACA JUGATerangkan Desa-Desa Di Nias, DPD TMP SUMUT Salurkan Solar Cell Ke PAC PDI Perjuangan

“Kita ketahui bebatuan gamping itu terbentuk di lautan dangkal,” sambungnya.

Masih di kesempatan yang sama, Rizki juga sedikit menyinggung mengenai subduksi Indonesia yang arahnya ke NW. Sehingga banyak gunung api yang sudah aktif terbentuknya saat itu. Beberapa juta tahun kemudian berubah arah ke utara.

BACA JUGAKapolsek Sekupang Gelar Konferensi Pers Ungkap Pelaku Persetubuhan Terhadap Anak dibawah Umur

Setelah itu terbentuklah gunung api lain. Misalnya seperti Merapi, Sumbing dan Rinjani. “Pacitan sudah mati gunung api dari vulkanisme terakhir 60 juta tahun silam. Masa itu disebut sebagai oligosen dan namanya adalah formasi Arjosari.

Sedangkan saat ini masuk di jaman kolosen. Fenomena alam yang terjadi misalnya seperti erosi dan lainnya. Dan yang perlu dipahami bahwa salah satu pengontrol bentuk lahan daerah Pacitan secara struktur geologi, salah satunya di Kebonagung,” tandas Rizki. (Red/yun).

BACA JUGAKakanwil Kumham Jabar Tinjau Langsung Lahan Hibah Pemkab Garut di Kaki Gunung Guntur

 

 

BACA JUGALuhut Minta PSBB Jakarta Diperketat ; Investor Segera Lakukan Profit Taking

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian