Yayasan Hamparan Hijau Alam Indonesia Sergai Dan Kelompok Tani Agrotama Mandiri Pegajahan Kembangkan Teknologi Asap Cair
SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN 68.Com – Teknologi asap cair ini merupakan hasil Kondensasi/Pengembunan dari Uap hasil pembakaran bahan-bahan yang mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa serta senyawa karbon (C) lainnya seperti tempurung kelapa, sekam, serbuk gergaji, tongkol jagung dan lain-lain dan Asap cair ini dihasilkan melalui proses pirolisis yaitu proses dekomposisi atau penguraian bahan organic melalui proses pemanasan dimana bahan akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas.
Tugimin S,Sy selaku Ketua Yayasan Hamparan Hijau Alam Indonesia (H2AI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bersama sang Pendiri Yayasan Sunawan Sp, MSI bekerja sama dengan Kelompok Tani/Ternak AGROTAMA MANDIRI di Dusun V Desa Pegajahan Kecamatan Pegajahan Sergai yang diketuai oleh Wagimin, Sekretaris Sarmin dan Bendahara Zainuddin S.Pd, Minggu (6/8/2023) Siang.
Yayasan Hamparan Hijau Alam Indonesia mendampingi tentang Teknologi pembuatan serta berinovasi Penggunaan Asap Cair kepada Kelompok Tani Agrotama Mandiri agar penggunaan Asap Cair tersebut bermanfaat pada masyarakat dan Pemerintah Daerah pada bidang Perindustrian dan Pertanian.
Seperti yang disampaikan oleh Tugimin pada awak media menyebutkan : ” Asap cair merupakan hasil pengembunan dari uap pembakaran bahan organik yang dilakukan secara langsung “, katanya.
Beliau juga mengatakan bahwa Kandungan dan Manfaat Asap Cair : Cairan hasil pembakaran tersebut mengandung berbagai senyawa yang dapat dipakai sebagai pestisida alami. Artinya asap cair dapat digunakan sebagai pengendali hama dan selain itu, asap cair juga bisa digunakan sebagai pengawet ikan, daging, tahu, dan makanan lain dalam industri. Asap cair dibuat dengan bahan yang mengandung zat kayu (lignin), komponen struktur sel tanaman (selulosa dan hemiselulosa), dan senyawa arang (karbon).
Komponen tersebut bersumber dari jenis kayu-kayuan, tempurung kelapa, janggel jagung, sekam, serbuk kayu sisa gergaji dan bahan lainnya. Bahan berupa potongan kayu hasil limbah serkel kayu dapat juga dimanfaatkan dalam pembuatan asap cair.
Pemanfaatan hasil sampingan sekam (kulit padi) kayu dan tempurung kelapa menjadi asap cair yang mampu menghasilkan produk berupa asap cair grade 3, kemudian disuling lagi menjadi grade 2 dan yang penyulingan terakhir yaitu grade 1 sehingga menghasilkan bahan yang digunakan untuk bahan pengawet. dan arang aktif diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan limbah, sebut Ketua Yayasan Hamparan Hijau Alam Indonesia.
Jadi tentang penggunaan Asap Cair untuk bidang Industri dan bidang Pertanian agar Pemerintah Daerah mendukung Teknologi penggunaan Asap Cair yang telah dilakukan oleh Yayasan Hamparan Hijau Alam Indonesia bekerjasama dengan Kelompok Ternak Agrotama Mandiri agar melakukan Sosialisasi tentang Asap Cair pada Dinas terkait serta pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa. (Dipa).

Tinggalkan Balasan