Bangun Daerah Dengan Festival Budaya, Mas Aji Diberi Label “Bapak Budayawan Pacitan” Oleh Salah Satu Warga Gunung Cilik
Pacitan,Liputan68.com- Melestarikan budaya, sama halnya dengan membangun peradaban suatu bangsa agar lebih maju dan semakin diperhitungkan oleh dunia internasional.
Mungkin itu salah satu stategi jitu yang di galakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam membangun negara ini melalui festival seni budaya. Meski disisi lain, pembangunan infrastruktur juga menjadi pilar penting untuk lebih meningkatkan daya saing suatu bangsa.
Hal senda juga tengah dan sedang dilaksanakan oleh Bupati Pacitan, Raden Mas Tumenggung Indrata Nurbayuaji bersama stakeholder yang ada.
Bupati Aji, begitu keponakan Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini akrab disapa berupaya keras membangun daerah dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya berskala besar.
Dengan tujuan, agar Pacitan yang awalnya pernah dikenal di masa pemerintahan Presiden SBY selama satu dekade, bakal semakin moncer di seantero negeri atau bahkan dunia internasional.

Sekalipun, pembangunan infrastruktur juga menjadi skala prioritas untuk membuat kampung halaman SBY tersebut, semakin mampu bersaing dengan kabupaten/kota lainnya.
Maka tak heran, bila dalam kurun waktu dua tahun lebih memimpin Pacitan, Mas Aji sangat getol “mengkampanyekan” budaya Pacitan melalui berbagai event atau festival. Seperti Ruwat Jagat dan yang baru saja terlaksana seperti halnya Rawat Jagat maupun festival budaya Kundi Merdeka yang sempat dihadiri lima pegiat seni asal Perancis.
Salah seorang tokoh pemuda Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Miluyani sangat bersuka-cita, mengingat daerahnya yang selama ini dikenal “adoh ratu, cedak watu” tersebut, mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah diselenggarakannya festival Kundi Merdeka.
Apalagi sempat dihadiri orang nomor satu di Pacitan, yaitu Bupati Aji dan juga Ibunda Evi Indrata Nurbayuaji. Yang mengesankan lagi, sekitar 60 pegiat seni asal Surakarta dan lima seniman asal Perancis, ikut berbaur bersama masyarakat dalam gelaran sangat fantastis tersebut.
“Kami sangat senang, Pak Bupati Aji kerso tindak Desa Purwoasri. Semoga kedepan juga akan ada bantuannya untuk kemakmuran masyarakat. Terutama untuk perbaikan jalan-jalan yang rusak,” kata Miluyani, saat dikonfirmasi, Senin (7/8).
Dia juga memberikan label penghormatan kepada Mas Aji yaitu, sebagai Bapak Budayawan Pacitan. “Kalau di era Orde Baru ada Pak Harto yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Di era milenial ini lahir lagi seorang bupati muda dan saya berikan label sebagai Bapak Budayawan Pacitan. Membangun daerah dengan semangat kebudayaan lokal,” tutur warga lingkungan Gunung Cilik ini pada wartawan.
Sementara itu Kabag Humas dan Protokol, Setkab Pacitan, Ardyan Wahyudi menambahkan, kehadiran Bupati Aji pada event desa, merupakan bukti kalau dirinya memang milik masyarakat Pacitan.
“Mas Aji tidak hanya menghadiri festival besar seperti Rawat Jagat, tetapi juga kegiatan seni budaya di tingkat desa/kampung,” terangnya secara terpisah.
Menurut Ardyan, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian serta dorongan untuk memajukan seni budaya yang ada di Kabupaten Pacitan. “Sekaligus mendorong geliat ekonomi di masyarakat,” tandasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan