Liputan BERITA

GOVERNMENTAINMENT: KONSEP PEMBANGUNAN DENGAN JALAN KEBUDAYAAN

Ditulis oleh Liputan68 pada 7 Oktober 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

 

Pacitan, Liputan 68.com- Sejahtera dan Bahagia adalah dua sifat. Namun keduanya tak terpisahkan dalam satu entitas. Subjeknya meliputi dimensi fisik (lahir) dan non fisik (batin). Keduanya saling mengisi dan memengaruhi satu sama lain.

Selama ini diskursus tentang pembangunan di Pacitan lebih banyak berfokus pada pembangunan infrastruktur (fisik). Sementara pembangunan batin kerap terabaikan. Hasilnya, pergerakan yang terjadi tak ubahnya robot. Bagus pada casing tapi minim ghirah (jiwa).

Pemerintahan Bupati Indrata Nur Bayuaji (INB) berupaya membangun keseimbangan dua dimensi tersebut dalam satu formula. Hal itu jelas tersurat melalui visi ‘Sejahtera dan Bahagia’.

Salah satu pengejawantahannya adalah dengan memperbanyak event seni dan budaya. Dalam kegiatan pemerintahan sekalipun, unsur kearifan lokal telah menjadi bagian tak terpisahkan. Dengan demikian kesan formal, kaku, dan membosankan yang melekat pada pemerintah seketika berubah lentur dan cair.

Seperti diketahui kehidupan masyarakat Pacitan pada umumnya begitu lekat dengan seni budaya. Pola komunikasi dengan medium budaya sangat diterima oleh khalayak Kota 1001 Gua. Maka dengan sendirinya lahirlah patron baru komunikasi GOVERMENTAINMENT (government + entertainment).

Pendekatan berbasis seni & budaya ini ke depan diharapkan dapat menjadikan aparat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pacitan lebih memiliki JIWA dan berbudaya. Perwujudannya beragam dan meliputi banyak sendi kehidupan.

Sebut saja budaya menjaga kebersihan lingkungan, budaya pantang menyerah, budaya percaya diri dan ramah, serta budaya gotong royong antara pemerintah dengan masyarakat dan antarmasyarakat dalam berkegiatan. Dan yak tak kalah penting adalah budaya memberikan pelayanan terbaik dari aparatur kepada masyarakat.

Dalam perspektif pembangunan sektor wisata, banyaknya gelaran event seni budaya diharapkan kian melengkapi keindahan alam Pacitan. Pelancong yang datang tidak sebatas menikmati panorama alam, namun juga dapat menyelami kedalaman kekayaan kultur dan tradisi setempat.

Seiring dengan hal tersebut tentunya diperlukan manajemen event yang baik sehingga tidak terjadi saling tumpang tindih. Baik meliputi tempat maupun waktu pelaksanaan.

Sebagai contoh di wilayah Pacitan Utara yang telah ditetapkan sebagai daerah Agropolitan, memiliki budaya pertanian dan juga memiliki hasil/produk pertanian. Budaya Pertanian tersebut tentunya dapat dikemas menjadi sebuah event yang menarik dan produk pertanian akan dapat digunakan untuk menyuplai kebutuhan wisatawan di daerah Pesisir Selatan.
Dan sebaliknya Begitupun di daerah pesisir selatan yang berada dikawasan pantai.

Kekayaan seperti diuraikan diatas tentunya jika di manage dengan baik akan mampu mendatangkan banyak wisatawan dari luar kota.
Pengelolaan yang baik lagi terpadu akan berakibat langsung pada percepatan roda perekonomian. Sehingga bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pacitan.(***).

Penulis: Kemal Pandu Pratikno, Asisten Administrasi Pemerintahan Dan Kesra Sekkab Pacitan.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian